Sedang Memuat...
Diskominfo Nganjuk | Menyatukan | Melayani

Detail Berita

Kominfo Nganjuk dan IWAPI Dorong Perempuan Cakap Digital, Bijak Bermedia Sosial

2026-09-11 Admin

Kominfo Nganjuk dan IWAPI Dorong Perempuan Cakap Digital, Bijak Bermedia Sosial

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Nganjuk terus mendorong masyarakat untuk semakin bijak dalam menggunakan media sosial di tengah derasnya arus informasi digital. Edukasi mengenai literasi digital dinilai penting agar masyarakat mampu menyaring, memeriksa, dan memastikan kebenaran informasi sebelum menyebarkannya.

Pesan tersebut disampaikan Kepala Bidang Statistik dan Pengelolaan Informasi serta Komunikasi Publik Diskominfo Kabupaten Nganjuk, Hari Purwanto, saat menjadi narasumber dalam kegiatan Sosialisasi Literasi Digital: Perempuan Cegah Hoaks dan Kuasai Canva di Era Digital, yang digelar oleh Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Cabang Nganjuk, Kamis (10/9) di Aula Kebun Kurma, Kelurahan Kedondong, Nganjuk.

Kegiatan tersebut diikuti anggota IWAPI Nganjuk, pengurus Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Nganjuk, serta perwakilan organisasi wanita di Kabupaten Nganjuk.

Dalam paparannya, Hari Purwanto mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, literasi digital menjadi kebutuhan penting bagi seluruh lapisan masyarakat seiring perkembangan teknologi dan semakin cepatnya arus informasi.

“Era digital adalah milik semuanya. Tidak hanya generasi muda, generasi tua pun harus mengikuti arus perubahan zaman, khususnya perkembangan informasi yang begitu pesat,” kata Hari.

Menurutnya, kehadiran media sosial membuat informasi dapat tersebar dengan sangat cepat dan mudah. Hanya dengan satu klik, sebuah informasi dapat dibagikan kepada banyak orang. Karena itu, pengguna media sosial dituntut memiliki kecakapan dalam memilah informasi, termasuk memberikan pengawasan terhadap penggunaan media sosial di lingkungan keluarga.

“Dengan adanya medsos, semua informasi sangat mudah dan cepat tersebar. Cukup satu klik, dapat dibagikan ke semua orang. Kita sebagai pengguna medsos dan orang tua harus bisa beradaptasi, khususnya dalam memberikan pengawasan bagi keluarga dan anak-anak kita,” pesannya.

Hari menambahkan, derasnya informasi yang diterima masyarakat harus diimbangi dengan kemampuan membedakan informasi yang benar dan informasi palsu atau hoaks. Masyarakat diharapkan tidak terburu-buru membagikan informasi yang belum diketahui kebenarannya.

“Kenali sumbernya, jangan asal share. Biasanya ada kalimat provokatif, ujaran kebencian, dan ajakan untuk memviralkan. Itu merupakan salah satu ciri yang patut kita curigai sebagai berita hoaks,” jelasnya.

Ia menyebut, hampir seluruh lapisan masyarakat kini memiliki dan aktif menggunakan media sosial, mulai dari WhatsApp, Instagram, Facebook hingga TikTok. Kondisi tersebut membuat kemampuan literasi digital semakin diperlukan.

Karena itu, Hari mengajak masyarakat untuk menerapkan prinsip “saring sebelum sharing”. Pengguna media sosial juga perlu memahami perbedaan antara disinformasi, misinformasi, dan malinformasi agar tidak menjadi bagian dari rantai penyebaran informasi yang keliru.

“Kuncinya, saring sebelum sharing. Kenali betul apa itu disinformasi, misinformasi, dan malinformasi,” tegasnya.

Selain mendapatkan edukasi mengenai literasi digital dan bahaya hoaks, para peserta juga memperoleh materi tentang pemanfaatan Canva untuk menghasilkan konten visual yang menarik. Peserta tidak hanya mendapatkan materi secara teori, tetapi juga mengikuti praktik langsung membuat dan mengolah desain menggunakan Canva.

Pemanfaatan aplikasi desain tersebut diharapkan dapat membantu peserta membuat materi publikasi yang lebih menarik, baik untuk kepentingan organisasi maupun mendukung kegiatan usaha.

Ketua IWAPI Kabupaten Nganjuk, Haji Umi, mengatakan kegiatan tersebut menjadi langkah penting agar perempuan, khususnya para pengurus organisasi, tidak tertinggal dalam perkembangan teknologi informasi.

“Sekarang kan musimnya IT. Jadi kita meskipun usia sudah tidak muda lagi, jangan sampai ketinggalan. Pelatihan ini diadakan agar anggota dan organisasi wanita makin adaptif dengan teknologi,” ujar Haji Umi.

Menurutnya, kemampuan memahami dan memanfaatkan teknologi digital tidak hanya dibutuhkan untuk kepentingan organisasi. Kecakapan tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan usaha, publikasi kegiatan, serta menyampaikan informasi yang positif kepada masyarakat.

Melalui kolaborasi IWAPI, Diskominfo, dan GOW, kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kecakapan digital perempuan di Kabupaten Nganjuk. Selain semakin terampil membuat konten, peserta juga diharapkan mampu lebih kritis dalam menerima, memeriksa, dan menyebarkan informasi di ruang digital.

Dengan demikian, organisasi wanita tidak hanya aktif dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat, tetapi juga dapat menjadi bagian dari gerakan menciptakan ruang digital yang sehat, positif, informatif, dan bebas dari penyebaran hoaks.

×
Kontak Kami

Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nganjuk

Jl. Merdeka No. 21, Nganjuk 64419
diskominfo@nganjukkab.go.id
(0358) 61 11 87

🔍 Lihat Peta