Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) semakin memengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Menyikapi perkembangan tersebut, Omah Tandang di bawah naungan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Nganjuk bersama Manajemen KUMPUL Surabaya melalui AI Ignition Program menggelar Roadshow di SMAN 1 Pace, Jumat (28/8/2026).
Bertempat di Aula Graha Cendekia SMAN 1 Pace, kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran dan eksplorasi teknologi bagi para pelajar. Tidak hanya memperkenalkan AI sebagai teknologi yang sedang berkembang, program ini juga diarahkan untuk membangun pemahaman siswa mengenai cara menggunakan kecerdasan buatan secara bijak, produktif, aman, dan bertanggung jawab.
Kegiatan tersebut menghadirkan Tegar Rismanuar N., Praktisi AI Training KUMPUL, yang memberikan materi sekaligus pengalaman praktik kepada peserta. Para siswa diajak memahami terlebih dahulu apa itu kecerdasan, bagaimana AI bekerja, serta perbedaan antara kecerdasan manusia dengan kecerdasan buatan.
Dalam materi AI Ignition, kecerdasan dipahami sebagai kemampuan menggunakan pengetahuan untuk berpikir, memahami, dan menyelesaikan masalah. Sementara AI merupakan teknologi yang meniru sebagian kemampuan manusia, seperti memahami bahasa, mengenali pola, belajar dari data, dan menghasilkan respons.
Pemahaman tersebut menjadi penting agar pelajar tidak melihat AI hanya sebagai aplikasi untuk menghasilkan jawaban secara instan. Sebaliknya, AI diperkenalkan sebagai alat yang dapat memperkuat kemampuan manusia dalam belajar, menganalisis informasi, berkreasi, dan menyelesaikan berbagai persoalan.
Tegar menjelaskan, manusia tetap memiliki posisi penting dalam penggunaan AI karena manusia mempunyai pengalaman, konteks kehidupan, emosi, nilai, serta tanggung jawab atas keputusan. Sementara AI dapat memproses pola dari data dan menghasilkan berbagai bentuk keluaran, mulai dari teks, gambar, audio, video hingga membantu analisis dan pengambilan keputusan.
“AI bukan untuk menggantikan manusia. AI adalah alat yang dapat membantu manusia menjadi lebih produktif. Karena itu, manusia tetap harus berpikir, menilai, dan bertanggung jawab terhadap hasil yang digunakan,” ujar Tegar.
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi akun LMS Kumpul. Setelah itu, peserta masuk pada sesi pembelajaran mengenai cara memberikan instruksi kepada AI melalui prompt.
Kemampuan membuat prompt menjadi salah satu materi utama karena instruksi yang jelas akan membantu AI menghasilkan keluaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan. Peserta dikenalkan pada empat prinsip penting dalam membuat prompt, yakni jelas, spesifik, terbatas, dan iteratif.
Para siswa kemudian diajak melihat perbedaan antara prompt yang terlalu umum dengan instruksi yang lebih terarah. Sebuah permintaan yang hanya menyebutkan tugas tanpa konteks, audiens, format, gaya, dan batasan akan dikembangkan menjadi instruksi yang lebih spesifik.
Pembelajaran tersebut memberikan gambaran kepada siswa bahwa penggunaan AI membutuhkan kemampuan komunikasi dan berpikir yang baik. Semakin jelas tujuan dan konteks yang diberikan, semakin mudah AI diarahkan untuk membantu pekerjaan pengguna.
AI pun dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan berbagai jenis keluaran, mulai dari teks seperti artikel dan caption, gambar seperti poster dan ilustrasi, hingga audio dan video.
Selain kemampuan teknis, AI Ignition Program memberikan perhatian besar terhadap aspek etika. Peserta diperkenalkan pada pentingnya menggunakan AI secara aman, adil, dan bertanggung jawab.
Materi juga mengingatkan bahwa AI dapat menghadirkan risiko apabila digunakan tanpa pertimbangan etis. Salah satunya melalui deepfake, yakni media sintetis yang dibuat menggunakan AI dan mampu meniru wajah, suara, maupun gerakan seseorang secara sangat presisi.
Selain deepfake, peserta juga dikenalkan dengan sejumlah bentuk penyalahgunaan AI seperti voice cloning, spear phishing, penyalahgunaan data pribadi, serta berbagai risiko terhadap privasi dan keamanan digital.
Karena itu, pelajar didorong untuk semakin waspada dalam menjaga identitas dan informasi pribadi. Pengguna juga perlu memperhatikan jejak digital, pengaturan privasi media sosial, penggunaan kata sandi yang kuat dan unik, serta autentikasi dua faktor.
Tegar menegaskan bahwa kemajuan teknologi harus diikuti dengan peningkatan kualitas penggunanya. “Semakin canggih teknologinya, semakin penting juga kita memahami etikanya. Jangan sampai kemampuan menggunakan AI tidak diimbangi dengan tanggung jawab,” katanya.
Kegiatan KUMPUL Roadshow di SMAN 1 Pace menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang pembelajaran teknologi yang relevan bagi generasi muda Nganjuk.
Melalui Omah Tandang yang berada di bawah naungan Diskominfo Kabupaten Nganjuk, pengenalan AI di kalangan pelajar diharapkan dapat menjadi salah satu langkah memperkuat literasi digital. Pelajar tidak hanya diarahkan menjadi pengguna teknologi, tetapi juga didorong memahami potensi, batasan, risiko, serta tanggung jawab yang menyertai pemanfaatan AI.