Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, secara resmi membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Pelatihan Jurnalis bagi Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) di Ruang Rapat Anjuk Ladang, Pemerintah Kabupaten Nganjuk, Kamis (27/8/2026). Mengusung tema “Jurnalisme Digital: Kreatif dan Produktif Berita Desa Berbasis AI”, agenda ini diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Nganjuk untuk memperkuat kapasitas literasi informasi publik di tingkat desa.
Dalam arahannya, Bupati yang akrab disapa Kang Marhaen tersebut menegaskan bahwa di era digital saat ini, gawai (smartphone) tidak boleh hanya difungsikan untuk keperluan telepon, melainkan harus menjadi sarana pelaporan dan publikasi program pembangunan secara cepat dan transparan dari tingkat desa, kelurahan, kecamatan, hingga kabupaten.
"Kembali lagi, sekarang eranya digital, maka handphone tidak hanya untuk telepon saja. Fungsikan untuk membantu pemerintah melaporkan progres pembangunan ke publik, sehingga masyarakat tahu apa yang dikerjakan," tegas Kang Marhaen di hadapan puluhan pegiat KIM.
Kang Marhaen memaparkan bahwa KIM memiliki tiga fungsi utama dalam mengawal ruang informasi publik:
Terkait adopsi Artificial Intelligence (AI), Bupati Marhaen menekankan bahwa teknologi ini merupakan asisten pintar untuk mempercepat kerja teknis jurnalistik, mulai dari penggalian ide/sudut pandang, merangkum catatan liputan, koreksi tata bahasa, hingga merancang judul yang menggugah minat baca.
Kendati demikian, ia mengingatkan agar pegiat KIM tetap memegang kendali penuh terhadap etika pemberitaan. "AI membantu mempercepat proses teknis jurnalistik, tapi etika, empati, dan kearifan lokal Nganjuk tetap harus menjadi dasar. AI bukan pengganti nurani dan kepekaan sosial manusia. Jangan membuat konten yang menyakiti orang lain atau melanggar aturan," pesannya.
Kang Marhaen juga memotivasi peserta agar pelatihan praktis ini memberikan dampak nyata (added value) dan tidak berhenti sebatas teori atau hobi semata. Ia mendorong anggota KIM untuk menjadi agen perubahan yang berjiwa mandiri dan produktif.
"Manfaatkan teknologi ini tidak sekadar untuk hobi, tapi harus ada added value. Do it, cuan! Jadikan kemampuan digital ini peluang ekonomi yang produktif dan positif untuk mengangkat desa masing-masing," seru Kang Marhaen.
Menutup sambutannya, Kang Marhaen mengajak seluruh KIM untuk memiliki mental juara khas Bumi Anjuk Ladang, serta senantiasa bersikap adaptif, inovatif, dan kolaboratif menuju terwujudnya Nganjuk Smart Village.
"Wajah Nganjuk ada di tangan kita bersama. Gunakan teknologi untuk menyatukan, bukan mencerai-beraikan. Terus berkarya untuk menjadikan Nganjuk kabupaten yang cerdas informasi," pungkasnya.