Sedang Memuat...
Diskominfo Nganjuk | Menyatukan | Melayani

Detail Berita

Dialog Interaktif RSAL FM dan RSD Kertosono Kupas Tuntas Pola Hidup Sehat di Era Modern

2026-07-09 Admin

Dialog Interaktif RSAL FM dan RSD Kertosono Kupas Tuntas Pola Hidup Sehat di Era Modern

Pentingnya menerapkan pola hidup sehat di tengah derasnya arus informasi kesehatan di media sosial menjadi fokus pembahasan dalam Dialog Interaktif 105,3 Radio Suara Anjuk Ladang (RSAL FM) bersama Rumah Sakit Daerah (RSD) Kertosono, Rabu (8/7/2026). Mengangkat tema "Kupas Tuntas Hidup Sehat: Nutrisi, Olahraga, dan Mitos di Zaman Modern", dialog ini menghadirkan dua narasumber, yakni dr. Dunia Ahmada Nur Alif dan dr. Qurrota A'yunin, yang merupakan dokter di RSD Kertosono.

Dalam dialog tersebut, kedua narasumber mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menyaring berbagai informasi kesehatan yang banyak beredar di media sosial. Menurut mereka, tidak semua tips diet, olahraga, maupun suplemen yang viral memiliki dasar ilmiah yang benar sehingga masyarakat perlu memperoleh informasi dari tenaga kesehatan yang kompeten.

dr. Dunia Ahmada Nur Alif menjelaskan bahwa sehat tidak hanya diartikan sebagai kondisi bebas dari penyakit. Mengacu pada definisi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), seseorang dikatakan sehat apabila memiliki kesejahteraan secara fisik, mental, dan sosial.

"Sehat bukan hanya tidak sakit, tetapi juga bagaimana kondisi fisik, mental, dan sosial kita tetap baik. Saat ini justru tren penyakit bergeser ke penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes yang berdampak pada kualitas hidup seseorang dalam jangka panjang," jelasnya.

Ia menambahkan, gaya hidup yang kurang sehat menjadi salah satu faktor meningkatnya penyakit tidak menular. Karena itu, perubahan kebiasaan sederhana namun dilakukan secara konsisten menjadi kunci utama menjaga kesehatan.

Sementara itu, dr. Qurrota A'yunin menilai tren masyarakat, khususnya generasi muda, yang mulai gemar berolahraga merupakan perkembangan positif. Menurutnya, olahraga tidak harus langsung dilakukan dengan intensitas tinggi, melainkan dapat dimulai dari aktivitas fisik ringan yang dilakukan secara rutin.

"Olahraga tidak harus langsung ikut marathon atau latihan berat. Bisa dimulai dengan jalan cepat sekitar 15 menit setiap hari, memilih naik tangga daripada lift, atau memarkir kendaraan sedikit lebih jauh agar terbiasa berjalan kaki," ujarnya.

Dari sisi nutrisi, dr. A’yun mengingatkan pentingnya menerapkan pedoman Isi Piringku dari Kementerian Kesehatan. Dalam satu piring makan, setengah bagian diisi sayur dan buah, sedangkan sisanya dibagi untuk sumber protein dan karbohidrat sesuai kebutuhan tubuh.

Selain makanan bergizi seimbang, kebutuhan cairan juga perlu dipenuhi dengan mengonsumsi sekitar 1,5 hingga 2 liter air putih setiap hari agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik.

Dialog juga membahas maraknya penggunaan suplemen untuk menurunkan maupun menaikkan berat badan. Menurut dr. Dunia, masyarakat perlu memahami bahwa setiap orang memiliki kebutuhan kalori dan metabolisme yang berbeda sehingga penggunaan suplemen tidak bisa disamakan.

"Setiap orang memiliki kebutuhan energi harian yang berbeda. Jangan mudah mengikuti tren hanya karena melihat influencer menggunakan produk tertentu. Yang paling penting adalah mengetahui kebutuhan tubuh sendiri dan memastikan produk yang digunakan aman serta memiliki izin edar," terangnya.

Ia menegaskan bahwa membangun pola hidup sehat jauh lebih efektif dilakukan melalui kombinasi pola makan bergizi, olahraga yang sesuai kemampuan, serta istirahat yang cukup dibanding mengandalkan suplemen.

Dalam kesempatan tersebut, kedua narasumber juga meluruskan sejumlah mitos yang masih berkembang di masyarakat. Salah satunya anggapan bahwa minum air es dapat menyebabkan kegemukan. Menurut mereka, air putih, baik dingin maupun hangat, tidak mengandung kalori sehingga tidak menyebabkan kenaikan berat badan. Yang perlu diwaspadai justru adalah minuman manis yang mengandung gula tinggi.

Selain itu, mereka menjelaskan bahwa rasa nyeri otot atau Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS) setelah berolahraga merupakan kondisi yang normal, terutama bagi pemula atau setelah latihan dengan intensitas tinggi. Namun demikian, olahraga tetap harus disertai waktu istirahat yang cukup agar proses pemulihan dan pembentukan massa otot berlangsung optimal.

Menjelang akhir dialog, kedua dokter memberikan pesan kepada masyarakat agar mulai menerapkan gaya hidup sehat melalui langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten. Di antaranya mengatur pola makan seimbang, rutin beraktivitas fisik minimal 20 menit setiap hari atau berjalan sekitar 8.000–10.000 langkah, tidur cukup, mengelola stres, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala minimal satu kali dalam setahun.

Melalui dialog interaktif ini, RSD Kertosono berharap masyarakat semakin memahami pentingnya memperoleh informasi kesehatan dari sumber yang terpercaya serta menjadikan pola hidup sehat sebagai kebiasaan sehari-hari untuk mencegah berbagai penyakit di masa mendatang.

×
Kontak Kami

Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nganjuk

Jl. Merdeka No. 21, Nganjuk 64419
diskominfo@nganjukkab.go.id
(0358) 61 11 87

🔍 Lihat Peta