Menghadapi meningkatnya potensi kebakaran pada musim kemarau, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan langkah-langkah pencegahan kebakaran sejak dini. Imbauan tersebut disampaikan dalam Dialog Interaktif Dinamika Siang yang disiarkan secara langsung melalui 105,3 Radio Suara Anjuk Ladang (RSAL FM), Senin (29/6/2026).
Dialog yang dipandu penyiar Etna Laila ini menghadirkan Kepala Bidang Pencegahan Damkarmat Nganjuk, Handi Yunaidi, bersama Analis Kebakaran Damkarmat, Robby Widodo, Keduanya membahas tema "Penanggulangan Bencana Kebakaran di Musim Kemarau" sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai upaya pencegahan, kesiapsiagaan, hingga penanganan awal saat terjadi kebakaran.
Dalam kesempatan tersebut, Handi Yunaidi menjelaskan bahwa musim kemarau dengan suhu udara yang tinggi, minim curah hujan, serta karakteristik Kabupaten Nganjuk sebagai Kota Angin menyebabkan potensi kebakaran meningkat secara signifikan. Menurutnya, kondisi tersebut membuat api lebih mudah merambat sehingga diperlukan kesadaran seluruh masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berisiko memicu kebakaran.
Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan data Damkarmat, penyebab kebakaran terbesar di Kabupaten Nganjuk masih didominasi oleh aktivitas pembakaran sampah yang dilakukan secara sembarangan. Selain itu, korsleting listrik, api bediang, puntung rokok, hingga kebocoran gas juga menjadi faktor penyebab yang kerap ditemui di lapangan.
"Budaya membakar sampah masih sering dilakukan karena dianggap lebih praktis. Padahal, saat musim kemarau dan angin kencang, api sangat mudah menyebar dan dapat mengakibatkan kerugian yang besar," jelas Handi.
Ia menambahkan, selama kurun waktu beberapa tahun terakhir jumlah kejadian kebakaran di Kabupaten Nganjuk mengalami fluktuasi. Namun, pembakaran sampah tetap menjadi penyebab terbanyak sehingga perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci utama dalam menekan angka kejadian kebakaran.
Sementara itu, Analis Kebakaran Damkarmat Nganjuk, Robi Widodo, menjelaskan bahwa masyarakat diharapkan segera menghubungi Damkarmat ketika menemukan kebakaran. Sebelum petugas tiba di lokasi, warga dapat melakukan upaya pemadaman awal menggunakan peralatan sederhana apabila kondisi masih memungkinkan dan tidak membahayakan keselamatan.
Menurut Robi, Damkarmat Kabupaten Nganjuk saat ini memiliki lima pos pelayanan yang tersebar di Mako Nganjuk, Rejoso, Lengkong, Tanjunganom, dan Pace. Seluruh pos tersebut melayani penanganan di 20 kecamatan sehingga koordinasi dan pelaporan yang cepat sangat membantu petugas menentukan pos terdekat untuk melakukan penanganan.
Selain menangani kebakaran, Damkarmat juga melaksanakan berbagai operasi penyelamatan atau rescue. Mulai dari evakuasi ular, tawon, biawak, hewan liar lainnya, pelepasan cincin, penyelamatan anak yang terjepit, hingga membantu evakuasi kendaraan yang mengalami kecelakaan ringan.
Robi mengungkapkan bahwa sepanjang tahun, laporan penanganan non-kebakaran justru cukup tinggi. Salah satunya adalah evakuasi ular yang jumlahnya mencapai lebih dari seratus kejadian. Setelah diamankan, ular-ular tersebut dikembalikan ke habitat alaminya agar tetap menjaga keseimbangan ekosistem.
Menutup dialog, kedua narasumber mengimbau masyarakat agar selalu menerapkan langkah-langkah pencegahan sederhana, seperti tidak membakar sampah sembarangan, memeriksa instalasi listrik secara berkala, tidak menggunakan sambungan listrik secara berlebihan, serta memastikan regulator gas dan peralatan listrik telah dimatikan sebelum meninggalkan rumah.
"Mencegah lebih baik daripada menangani. Kesadaran masyarakat merupakan kunci utama agar kebakaran dapat dicegah sebelum menimbulkan korban maupun kerugian," tegas Handi.
Melalui dialog interaktif tersebut, Damkarmat Kabupaten Nganjuk berharap masyarakat semakin memahami pentingnya budaya sadar kebakaran dan berperan aktif dalam menjaga keselamatan lingkungan, terutama selama musim kemarau yang diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa bulan ke depan.