Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk menggelar gerakan gotong royong dalam rangka mewujudkan Nganjuk ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Salah satu langkah yang dilakukan yakni penataan dan perapihan jaringan telekomunikasi di wilayah Kabupaten Nganjuk, Kamis (18/6/2026)
Kegiatan gotong royong penertiban dan perapihan jaringan telekomunikasi tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro, didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Nganjuk Nur Solekan, Ketua Komisi I DPRD Nganjuk serta Kepala Dinas Kominfo Nganjuk. Turut hadir sejumlah kepala perangkat daerah terkait, di antaranya Kepala Dinas PUPR Nganjuk, Kepala Satpol PP Nganjuk, Bapenda, anggota DPRD Nganjuk, serta instansi terkait lainnya.
Pelaksanaan perapian jaringan dilakukan secara bersama-sama oleh para pemilik jaringan telekomunikasi atau Internet Service Provider (ISP) yang beroperasi di wilayah Nganjuk. Sebelumnya, Pemkab Nganjuk telah menggelar rapat koordinasi bersama para pemilik jaringan dan menyepakati pelaksanaan penataan secara gotong royong.
Kegiatan perapian ini rencananya akan dilaksanakan secara rutin setiap hari Kamis. Tahap awal penataan menyasar sejumlah ruas jalan utama, yakni Jalan Diponegoro, Jalan Kartini, dan Jalan Jaksa Agung Suprapto Kabupaten Nganjuk.
Dalam arahannya, Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro menyampaikan apresiasi atas kekompakan seluruh pihak yang terlibat dalam mewujudkan Nganjuk ASRI.
“Terima kasih atas kekompakan gotong royong untuk mewujudkan Nganjuk ASRI. Kegiatan pagi hari ini merupakan rangkaian yang sudah berjalan cukup panjang, karena sebelumnya sudah melalui berbagai diskusi bersama,” ujar Wabup.
Ia menjelaskan, langkah penataan ini dilakukan sebagai bentuk respons atas dorongan masyarakat sekaligus komitmen pemerintah daerah dalam memperbaiki tata kota agar lebih rapi dan nyaman.
“Atas dasar dorongan dari masyarakat dan juga lewat beberapa koordinasi bersama pemerintah daerah, saat ini kita mulai memastikan kondisi-kondisi yang ada di Kabupaten Nganjuk bisa kita rapikan,” katanya.
Wabup juga menegaskan bahwa penataan jaringan telekomunikasi ini sejalan dengan arahan pemerintah pusat terkait penataan kota agar lebih indah dan tertib.
“Sesuai dengan instruksi dari Bapak Presiden terkait Indonesia yang lebih asri, tata letak kota dan keindahan kota harus diperbaiki. Misalnya rekan-rekan memiliki tiang yang selama ini melalui Dinas PUPR, ada regulasi, perizinan, dan lain-lain. Setelah ini kita rapikan betul-betul,” jelasnya.
Menurutnya, keberadaan infrastruktur telekomunikasi tetap dibutuhkan masyarakat, namun harus ditata agar tidak mengganggu estetika lingkungan.
“Tiangnya tetap boleh ada di sana, tidak apa-apa, tetapi kita atur titik lokasi, posisi, dan penataannya seperti apa. Apakah nanti ada kesepakatan bersama untuk memberikan estetika yang lebih baik,” imbuhnya.
Wabup berharap Kabupaten Nganjuk dapat menjadi contoh dalam penataan jaringan telekomunikasi di daerah lain.
“Mudah-mudahan kita bisa menjadi pionir. Kalau di pinggir jalan ada banyak tiang, apakah tetap banyak tetapi ditata, atau nanti bisa menjadi satu bersama-sama, nanti akan kita cek bersama,” ujarnya.
Ia juga meminta para pemilik jaringan segera memastikan seluruh infrastruktur yang dimiliki telah tercatat dan memiliki kelengkapan administrasi.
“Saya mohon kepada rekan-rekan semuanya, jika memang punya jaringan di masing-masing ruas tertentu segera diajukan kepada pemerintah. Ketika nanti dilakukan pengecekan dan penertiban, semua bisa terakomodir dengan baik,” tegasnya.
Wabup menambahkan, penataan ini bukan bentuk penindakan sepihak, melainkan upaya bersama antara pemerintah, DPRD, dan pelaku usaha telekomunikasi.
“Kita tidak pernah melakukan apapun secara langsung, karena kita paham bahwa semuanya saling membutuhkan. Pemerintah juga membutuhkan rekan-rekan karena akses internet masyarakat juga dibantu oleh semuanya,” ungkapnya.
Ia menyebutkan, pemerintah memiliki kewajiban memberikan regulasi agar keberadaan jaringan telekomunikasi tetap berjalan namun sesuai aturan dan memperhatikan tata ruang.
“Semakin banyak pilihan bagi masyarakat untuk menggunakan layanan internet tentu baik, tetapi pemerintah juga harus memberikan regulasi mana yang tepat dan mana yang perlu diperbaiki agar menjadi lebih baik,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Nganjuk Subani mengatakan, pihaknya berinisiatif melakukan perapian jaringan bersama para penyedia jaringan internet atau ISP sebagai upaya menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan indah.
“Kita melakukan kegiatan gotong royong untuk perapian jaringan internet atau fiber optik. Prinsip teman-teman ISP sudah sepakat bahwa akan mengadakan perapian,” kata Subani.
Ia menjelaskan, langkah tersebut dilakukan karena kondisi di lapangan masih ditemukan sejumlah kabel dan jaringan yang belum tertata dengan baik.
“Tujuan kita adalah agar Nganjuk bisa tercipta menjadi daerah yang bersih, otomatis indah, dan ke depan mendukung program Nganjuk bersih, hijau, sehat, dan asri,” ujarnya.
Subani menyebutkan terdapat sekitar 16 ISP yang mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, seluruh pihak akan bersama-sama melakukan pengecekan di lapangan.
“Untuk jaringan internet memang menjadi kebutuhan masyarakat, tetapi tidak lepas dari perlunya penataan yang rapi. Oleh sebab itu nanti sampai selesai kita akan cek ke lapangan,” jelasnya.
Ia menambahkan, pengecekan awal akan dilakukan di tiga lokasi yang telah disepakati, yakni Jalan Diponegoro, Jalan Kartini, dan Jalan Jaksa Agung Suprapto.
“Ke depan kita akan mengadakan pertemuan secara rutin setiap minggu. Kalau ada permasalahan nanti bisa kita selesaikan secara bersama-sama,” pungkasnya.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, perangkat daerah, serta para pelaku usaha telekomunikasi, Pemkab Nganjuk berharap penataan jaringan dapat menciptakan lingkungan kota yang lebih tertib, aman, dan nyaman bagi masyarakat.