Keseruan program Omah Tandang melalui pelatihan Mak Cerdas Digital Volume-2 mencapai puncaknya saat aspek kreativitas visual dibahas. Sebagai narasumber kedua, Dista Sega, yang dikenal sebagai Duta Canva Indonesia asal Magelang, membawa perspektif segar mengenai bagaimana teknologi digital dan AI dapat mengubah cara perempuan Nganjuk melakukan promosi bisnis dan edukasi.
Di hadapan lebih dari 200 peserta perempuan di Ruang Anjuk Ladang, Selasa (12/5/2026), Dista menekankan bahwa di era digital yang sangat cepat, visual yang menarik bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan untuk menarik perhatian audiens.
Dista memaparkan bahwa penggunaan platform desain seperti Canva yang kini telah terintegrasi dengan teknologi Generative Ax`I (GenAI) sangat mempermudah tugas rutin para pelaku usaha dan pendidik. "Pekerjaan masa depan adalah kolaborasi antara manusia dan mesin yang kreatif serta adaptif," ungkapnya.
Dalam sesinya, ia memberikan beberapa poin penting terkait adaptasi visual di era AI:
Dista juga menyinggung mengenai transisi dunia kerja di mana otomatisasi mulai menggeser tugas-tugas administratif rutin. Namun, ia optimis bahwa perempuan yang mau belajar teknologi akan menjadi individu yang sangat dicari.
"Jangan menghindar dari AI. Edukasi harus bersifat antisipatif," tegas Dista. Ia mendorong peserta untuk mulai mencoba fitur-fitur seperti pembuatan video singkat melalui bantuan AI agar konten promosi UMKM di Nganjuk memiliki daya saing yang lebih tinggi di media sosial.
Senada dengan visi program Mak Cerdas Digital, Dista berharap kehadirannya dapat membantu memperkecil kesenjangan digital, khususnya bagi kelompok perempuan dan masyarakat di daerah. Melalui bimbingannya, para peserta diajarkan untuk tidak hanya terpaku pada hasil instan AI, tetapi tetap menjaga keaslian (authenticity) dan etika dalam setiap karya digital yang mereka buat.
Dengan berakhirnya materi dari Dista Sega, para peserta diharapkan mampu membawa pulang keterampilan praktis untuk meningkatkan kualitas konten digital mereka, menjadikan bisnis dan profesi mereka lebih berdaya di ekosistem digital Indonesia.