Ruang Rapat Anjuk Ladang menjadi saksi semangat luar biasa dari lebih dari 200 perempuan Kabupaten Nganjuk yang berkumpul untuk mempertajam literasi digital mereka. Dalam agenda bertajuk "Mak Cerdas Digital Volume-2" yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Nganjuk melalui program Omah Tandang (Rumah Talenta Digital Anjuk Ladang) pada Selasa (12/5/2026), hadir sebagai salah satu narasumber utama adalah Afrisa Maya dari ICT Watch Indonesia.
Dalam paparannya, Afrisa Maya menekankan bahwa kecerdasan artifisial (AI) bukan lagi soal masa depan, melainkan realitas hari ini yang harus dikelola dengan bijak. Program ini sendiri merupakan bagian dari AI Opportunity Fund: Asia Pacific, sebuah inisiatif global yang didukung oleh Google.org dan Asian Development Bank.
Afrisa Maya mengajak para peserta yang terdiri dari pelaku UMKM, tenaga pendidik, hingga mahasiswa, untuk mempraktikkan penggunaan AI secara langsung melalui platform Google Gemini. Ia menjelaskan bahwa kunci utama mendapatkan hasil yang akurat adalah melalui Prompt Engineering.
"Prompt adalah jembatan komunikasi antara niat kita dengan eksekusi mesin," jelas Afrisa. Ia memperkenalkan strategi 6 Blok Bangunan (Building Blocks) agar instruksi yang diberikan kepada AI menghasilkan output yang maksimal:
Meski AI menawarkan efisiensi luar biasa, Afrisa Maya memberikan peringatan keras mengenai keamanan data pribadi. "Jangan pernah memasukkan NIK, kata sandi, atau data keuangan ke platform AI publik," tegasnya.
Ia juga mengingatkan peserta untuk selalu waspada terhadap ancaman Deepfake dan disinformasi. Afisa menekankan prinsip Human-in-the-Loop, di mana manusia harus tetap menjadi pengambil keputusan akhir dan tidak boleh mentah-mentah menyalin hasil dari AI.
Menutup sesinya, Afrisa Maya menyampaikan bahwa literasi digital adalah pondasi utama agar teknologi tetap memihak pada manusia. Ia mendorong para ibu dan perempuan di Nganjuk untuk mengambil peran aktif dalam tata kelola AI, termasuk melaporkan konten negatif melalui kanal resmi seperti aduankonten.id.
"Dengan mengenal AI, kita menjadi pengguna yang cerdas dan kritis, bukan sekadar konsumen pasif teknologi," pungkasnya.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan perempuan di Nganjuk mampu beradaptasi dengan perubahan dunia kerja yang kini semakin kolaboratif, kreatif, dan adaptif.