Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinas Arpus) Kabupaten Nganjuk terus berupaya mendekatkan akses bacaan kepada masyarakat, khususnya bagi pelajar di wilayah terpencil. Melalui optimalisasi layanan Perpustakaan Keliling (Pusling), pemerintah daerah berkomitmen menghapus batasan jarak bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi dan ilmu pengetahuan.
Hal tersebut disampaikan dalam dialog interaktif Dinamika Pagi di 105,3 Radio Suara Anjuk Ladang (RSAL FM) pada Senin, (20/4/2026). Dialog ini menghadirkan narasumber dari Dinas Arpus Nganjuk, Siska.
Siska menjelaskan bahwa Dinas Arpus tidak hanya menunggu pengunjung datang ke gedung perpustakaan daerah, tetapi aktif melakukan aksi "jemput bola" menggunakan armada mobil keliling. Layanan ini menyasar sekolah-sekolah yang lokasinya jauh dari pusat kota.
"Tujuan utama kami adalah sekolah-sekolah terpencil di daerah pelosok. Kami datang membawa armada yang berisi beragam koleksi buku untuk dibaca oleh peserta didik di sana. Sepanjang April ini, kami sudah menyisir banyak lokasi, seperti SDN 6 Sombron hingga SDN di wilayah Jatikalen," ujar Siska.
Selain layanan baca di tempat, Dinas Arpus juga memfasilitasi peminjaman buku dalam jumlah besar (massal) bagi lembaga atau instansi yang ingin menyediakan pojok baca mandiri.
Selain perpustakaan fisik, Dinas Arpus juga memperkenalkan layanan kearsipan digital yang bertujuan untuk menyelamatkan dokumen-dokumen penting daerah serta mempermudah akses sejarah bagi masyarakat umum. Siska menekankan bahwa perpustakaan masa kini harus mampu beradaptasi dengan teknologi tanpa meninggalkan esensi membaca buku fisik.
Menutup dialog, Siska mengajak seluruh orang tua dan tenaga pendidik untuk terus memberikan motivasi kepada anak-anak agar gemar membaca. Ia meyakini bahwa tingkat literasi yang baik adalah fondasi utama pembangunan daerah.
"Kami sangat terbuka jika ada lembaga yang ingin dikunjungi mobil perpustakaan keliling, silakan kirim surat permohonan kepada kami. Dari membaca, lahir generasi cerdas dan daerah yang maju," pungkasnya.