Sosialisasi Pencegahan Peredaran Rokok Ilegal


 2019-10-31 |  Bidang IKP

Dalam rangka sosialisasi pencegahan peredaran rokok ilegal, KPPBC TMC Kediri bekerjasama dengan Dinas Kominfo Kabupaten Nganjuk, menggelar pagelaran Ludruk Panca Marga dari Desa Kedungrejo, Tanjunganom di Lapangan Desa Sidorejo Kecamatan Sawahan Kabupaten Nganjuk, Selasa (29/10/2019) malam. Suasana semakin interaktif dengan pendekatan budaya tradisional, sehingga pesan moral yang disampaikan bisa sampai ke masyarakat.

Hadir  dalam kesempatan tersebut, perwakilan KPPBC TMC Kediri, Dinas Kominfo Kabupaten Nganjuk, Asisten Perekonomian Pembangunan, Muspika, lurah beserta perangkat desa, hingga tokoh masyarakat setempat. Penonton dari berbagai daerah pun terlihat memenuhi Lapangan Desa Sidorejo Kecamatan Sawahan, lantaran ingin mengobati rasa penasarannya terhadap pertunjukan ludruk.

Camat Sawahan, Ardiansyah Winardi, S.STP.,M.Si, dalam sambutan menyampaikan terima kasih terhadap semua pihak yang mendukung kegiatan sosialisasi hingga berjalan tertib dan lancar. Menurutnya, penonton yang memadati lapangan menunjukkan antusias masyarakat terhadap kesenian tradisional masih ada

"Ini wujud pemerintah daerah dalam nguri-nguri atau memelihara budaya tradisional, khususnya pentas seni ludruk. Jadi setelah ini adik-adik bisa tahu inilah yang namanya seni ludruk," ungkapnya

Camat Ardian menghimbau masyarakatnya untuk tidak sekali-kali mengedarkan atau membeli rokok ilegal. Ia mewanti-wanti supaya warganya jangan sampai terkena masalah yang bersangkutan dengan hukum.

"Kami imbau masyarakat jangan sampai melakukan hal-hal yang bersangkutan dengan permasalahan hukum," tandasnya.

Sementara itu, Hendratno Argo Muspito, Kasubsi Layanan dan Informasi Kantor Bea Cukai Kediri, mengapresiasi pola sosialisasi yang inovatif seperti ini. Menurutnya, Kabupaten Nganjuk merupakan daerah paling improve dalam menggelar sosialisasi pencegahan peredaran rokok ilegal.

"Tidak monoton kalau dikolaborasi dengan pertunjukan seni tradisional seperti ini, pesan yang disampaikan lebih mengena ke masyarakat," katanya.

Hendratno menyampaikan pesan kepada masyarakat seputar ciri-ciri rokok yang masuk kategori ilegal. Ciri-cirinya meliputi, tanpa pita cukai, pita cukai bekas, pita cukai palsu, bandrol tidak sesuai peruntukan, dan tidak sesuai personifikasi.

"Marilah warga bersumbangsih membantu negara. Jangan sampai mengedarkan atau membeli rokok ilegal karena merugikan negara," imbaunya.

Usai melakukan sosialisasi, Hendratno memanggil perwakilan masyarakat untuk naik ke atas pentas guna menyebutkan ulang kriteria rokok ilegal. Hadiah pun diberikan kepada mereka yang berhasil menyebutkan ciri-ciri rokok ilegal secara tepat. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pertunjukan Ludruk Panca Warga hingga selesai