Sedang Memuat...
Diskominfo Nganjuk | Menyatukan | Melayani

Detail Berita

Wujudkan SPBE, Sekda Nur Solekan Pastikan Tahun 2024 Desa Sudah Terbranding Kampung Digital

2023-12-28 Admin

Wujudkan SPBE, Sekda Nur Solekan Pastikan Tahun 2024 Desa Sudah Terbranding Kampung Digital

Demi mewujudkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dengan Kampung Digital Anjuk Ladang dan Kabupaten Nganjuk Satu Jaringan, Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Dinas Komunikasi dan Informatika menyelenggarakan Diskusi Pengarahan Ketua Tim Koordinasi SPBE, di Ruang Rapat Anjuk Ladang, Kamis (28/12/2023).

Nampak hadir diantaranya, Sekda Nganjuk, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Kepala Dinas Kominfo, Kabid Aptika dan Kabid PIKP Diskominfo, serta PIC (person in charge/ penanggung jawab) seluruh perangkat daerah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Nganjuk, Nur Solekan, dalam arahannya menyampaikan, mewujudkan Kabupaten Nganjuk menjadi kota cerdas memang menjadi mimpi besar pemerintah daerah serta seluruh masyarakat. Hal tersebut juga merupakan tindak lanjut dari penyiapan birokrasi berkelas dunia di akhir tahun 2025.

"Ini memang mimpi besar kita, sejak munculnya Perpres Nomor 95 Tahun 2018 tentang SPBE. Ini juga sebagai tindak lanjut dari penyiapan birokrasi berkelas dunia di akhir 2025 ketika RPJPN itu habis. Dan kita harus menyusun langkah menuju Indonesia emas 2045, yang saat ini sedang dilakukan ranwal RPJPD dan rankhir RPJPN," ungkapnya.

Tahun 2016, dikatakan Sekda Nur Solekan, Kabupaten Nganjuk sebenarnya telah selangkah lebih maju dari Kabupaten Banyuwangi, yang saat itu pelayanan administrasi pemerintahan desa sudah on-line, dan Dinas Dukcapil bekerjasama dengan Dinas PMD untuk memberikan layanan server kepada pemerintah desa agar bisa mengakses layanan NIK yang masuk ke pemerintahan desa ketika layanan itu dibutuhkan.

Namun, saat itu menurut Sekda Nur Solekan, Pemkab Nganjuk belum memiliki gambaran yang pasti tentang apa itu SPBE. Dan akhirnya baru saat ini Kabupaten Nganjuk mantapkan langkah untuk menyusul kabupaten/kota lain mewujudkan SPBE tersebut.

"Saat ini kita berada di posisi yang sangat strategis, dimana kita merumuskan dan menjalankan prioritas pembangunan salah satunya di RPD kita, yaitu percepatan transformasi digital," ujar Sekda.

Tahun 2024, dipastikan Sekda Nur Solekan bahwa desa sudah terbranding kampung digital. Di dalamnya  ada integrasi berbagai sistem dalam mempermudah pelayanan kepada masyarakat baik itu dalam hal pembayaran pajak dan permintaan pelayanan yang lain. "Digitalisasi ini menjadi sebuah kebutuhan masyarakat dan pemda, oleh karena itu kami selalu berkoordinasi dengan tim IT Dinas Kominfo untuk merumuskan langkah kebijakan kita ke depan. Maka, segera mempersiapkan kegiatan kita di 2024 dalam rangka Nganjuk Smart City. Kemudian, jika ada permasalahan di OPD/kecamatan terkait jaringan segera hubungi Dinas Kominfo supaya bisa segera teratasi," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Slamet Basuki menginformasikan, bahwa secara umum perkembangan tata kelola Indeks SPBE skornya rata-rata di 4,36 (Memuaskan). Ditargetkan pada tahun 2024 Kabupaten Nganjuk memiliki skor indeks SPBE mencapai 3,5 (sangat baik). Untuk mewujudkan itu, Slambas sapaan akrabnya, mengatakan ada beberapa langkah yang harus ditempuh diantaranya, "lebih mengaktifkan timkor (tim koordinator), melakukan audit eksternal, melakukan manajemen data/satu data, serta integrasi layanan publik," bebernya.

Dijelaskan Slambas, tahapan Kampung Digital Anjuk Ladang tidak sama dengan aplikasi, melainkan kegiatan bersama OPD dengan pemdes berupa layanan publik dan pemberdayaan masyarakat. "Jadi itu substansinya. Saya laporkan tahapannya, Januari di kick off yang harus kami genjot yaitu merinci kegiatan-kegiatan di desa, ini penting bagi rekan-rekan camat. Kedua, begitu action-nya sudah rinci, kemudian kita akan menyusun ukuran keberhasilannya. Ketiga, menentukan lokus desa percontohannya / role modele nya. Keempat, menyempurnakan aplikasi e-LPPDes, e-Suket, MERGAWE, SIDA BERKAT. Kelima, peluncuran dan sosialisasi Januari 2024," jelasnya.

Kampung digital adalah program pemerintah daerah. Contoh sinergitas Kampung Digital beber Slambas yakni anggaran operasional Operator Sedudo (desa, Dispendukcapil), anggaran Operator SIK-NG dan biaya Musdes DTKS (Desa-Dinsos PPPA). Tahun 2024 juga akan dilakukan layanan internet dan intranet, serta pemeliharaan ke seluruh desa.

"Seluruh aplikasi tentegrasi dengan NSC, sebab NSC sebagai rumah besar aplikasi Nganjuk. Untuk mengembangkannya kami berencana Januari/Februari timkor dan PIC seluruh OPD akan melakukan studi lapang ke Jogjakarta tentang sistem digitalisasi Jogja Smart Service (JSS). Kita belajar di sana untuk wujudkan Nganjuk Smart City," tutupnya.

×
Kontak Kami

Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nganjuk

Jl. Merdeka No. 21, Nganjuk 64419
diskominfo@nganjukkab.go.id
(0358) 61 11 87

🔍 Lihat Peta