Tahun 2024 segera datang, Sekda Nganjuk Nur Solekan sampaikan catatan akhir tahun 2023 Nganjuk Smart City, yang telah melewati berbagai fase hingga sampai saat ini. Demikian disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Nganjuk, Nur Solekan pada Awarding Keterbukaan Informasi Publik tahun 2023 di Pendopo K.R.T Sosro Koesoemo, Jumat (22 /12/2023) malam.
Dalam keterangannya, Sekda Nganjuk sekaligus Ketua Tim Koordinasi SPBE itu menyampaikan, bahwa Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE) merupakan instrumen pemerintah untuk hadir di hadapan masyarakat dalam memberikan pelayan publik.

"SPBE ini merupakan langkah kita untuk bisa memberikan pelayanan publik yang segala sesuatunya serba mudah," ucap Sekda Nur Solekan.
Oleh karena itu, Nur Solekan menegaskan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang hadir dalam acara Awarding KIP tahun 2023 tersebut untuk memanfaatkan SPBE dengan optimal. Sebab tanggung jawab SPBE bukan hanya milik Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) semata.
"Semua OPD harus terintegrasi sistemnya. Jangan sampai SPBE hanya berupa pendekatan formalitas semata. Semua OPD harus fasih saat ditanya SPBE," tegasnya.
Setidaknya ada 7 (tujuh) fase yang telah dilalui Nganjuk Smart City dalam mengimplementasikan SPBE di Kota Angin, dipaparkan oleh Sekda Nur Solekan. Diantaranya, ialah dimulai pada 21 April 2022 lalu, Kabupaten Nganjuk terpilih sebagai lokus program nasional gerakan menuju kota cerdas atau Smart City. Kedua pada 10 November 2022, menerapkan Srikandi dengan naskah dinas elektronik dengan tanda tangan elektronik untuk kemudahan pekerjaan administrasi dan pelayanan publik.
Ketiga pada tanggal 26 Agustus 2023 meluncurkan KEN Digital yakni layanan CCTV publik dan wi-fi gratis untuk masyarakat Nganjuk. "Yang mana sampai Desember 2023, total ada 22 titik wi-fi gratis yang tersebar di area Taman Nyawiji kemudian daerah Winong, Jl. A. Yani, Slumbung Food hingga Alun-alun Nganjuk," tandasnya.

Kemudian, keempat pada tanggal 9 September 2023 diluncurkan aplikasi Nganjuk Smart City atau NSC dengan tagline 'Satu Aplikasi Banyak Solusi' mengintegrasikan aplikasi layanan publik lainnya.
Lanjut, Kelima pada November sampai Desember 2023 ini, Pemkab Nganjuk mengembangkan satu data melalui kegiatan Gertak Tunduk (Gerakan Serentak Tuntaskan Administrasi Warga Nganjuk) yang melayani pemutakhiran data kependudukan, penerbitan dokumen kependudukan warga, dan aktivasi Identitas Kependudukan Digital, kemudian pemutakhiran data penerima bansos (MUSDESKEL VERVAL DTKS), dan kerjasama akses data Regsosek melalui aplikasi SEPAKAT dengan Bappenas serta pengembangan aplikasi SIDA BERKAT untuk manajemen program kemiskinan dan stunting.
Keenam, pada Desember 2023, Pemkab Nganjuk membangun infrastruktur jaringan intra Pemerintah Daerah atau internet terintegrasi. Mulai Januari 2024 di seluruh kantor 32 perangkat daerah, 20 Kecamatan, 20 Puskesmas, 20 Kelurahan, 20 Korwil Dinas Pendidikan, 18 BPP pertanian, 9 UPT dinas PUPR dan 2 UPT dinas Damkar kantor WCC dan Museum Anjuk Ladang.
Yang ketujuh guna merealisasikan RPD 2024-2026 prioritas daerah percepatan transformasi digital, maka mulai diluncurkan program Kampung Digital Anjuk Ladang (DIAL), yakni penyelenggaraan pemerintahan pembangunan pemberdayaan masyarakat secara terpadu, terarah dan berkelanjutan. Oleh karena itu, diharapkan perangkat daerah dan pemerintah desa untuk mempercepat kesejahteraan masyarakat dengan 5 sasaran yaitu pelayanan membahagiakan keluarga sejahtera, masyarakat harmonis, pemerintahan terpercaya dan masyarakat partisipatif.
"Agar capaian tersebut diraih dengan baik, maka dibutuhkan kerjasama dan kesadaran dari bapak ibuk sekalian. Semoga dengan koordinasi, komunikasi dan kolaborasi baik ini. SPBE Kabupaten Nganjuk tahun depan mencapai digit 4,4," pungkasnya.