Sedang Memuat...
Diskominfo Nganjuk | Menyatukan | Melayani

Detail Berita

Tekan Kasus HIV/Aids di Kabupaten Nganjuk, Dinkes Sediakan Layanan Kesehatan Bagi Odhiv

2023-04-13 Admin

Tekan Kasus HIV/Aids di Kabupaten Nganjuk, Dinkes Sediakan Layanan Kesehatan Bagi Odhiv

Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk terus berupaya menanggulangi kasus penyebaran HIV/Aids di Kabupaten Nganjuk. Hal ini disampaikan oleh Ruli Fika Bayuwati selaku Sub Koordinator P2PM Dinkes Nganjuk dalam program acara Beranda Kominfo-Ngobras (Ngobrol Tentang Kesehatan) 105,3 RSAL FM bertema "Peran Dinkes dalam Penyediaan Layanan Kesehatan bagi Odhiv di Kabupaten Nganjuk", Kamis (12/4/2023).

Dipandu host Asty Hanifa, Fika menyampaikan bahwa HIV merupakan virus yang menyerang kekebalan tubuh. Sedangkan Aids nya adalah kumpulan gejalanya yang menyebabkan penurunan sistem kekebalan tubuh.

Fika menyampaikan sampai dengan tribulan I tahun 2023 ini sudah menemukan kasus baru. Tahun ini kata Fika kasusnya cenderung naik dari tahun sebelumnya yang sempat turun akibat pandemi.

"Tren nya cenderung naik dari tahun 2022 sempat turun pada saat pandemi kini trennya naik lagi. Tren naik tidak apa-apa berarti secara program kita bisa menemukan kasus sebanyak banyaknya. Kasus yang ada mungkin hanya sebagian kecil dari kasus yang sebenarnya ada di masyarakat", jelasnya.

Lebih lanjut dirinya menyampaikan beberapa program penyediaan layanan kesehatan bagi odhiv (orang yang terjangkit HIV/Aids) di Kabupaten Nganjuk. Ini sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah sesuai amanah Permenkes 23 tahun 2022 tentang penanggulangan HIV/Aids dan IMS. 
"Pemda tentu harus ada komitmen untuk menanggulangi kasus HIV/Aids secara menyeluruh melalui dukungan anggaran daerah maupun diluar pemda. Kebetulan Kabupaten Nganjuk menjadi pilot project Global Fund," terangnya.

"Jadi kita dapat anggaran untuk kegiatan yang tidak didanai dari APBD. Anggaran pemda untuk peningkatan kapasitas nakesnya misalnya untuk penanganan kasus mulai penemuan, perawatan, dukungan, pengobatannya, satu lagi untuk hibah ke KPAD (Komisi Penanggulangan Aids Daerah)," urai Fika.

Kemudian ada penyediaan layanan PDP (Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan) yang telah tersedia  di 20 puskesmas, 4 RS, dan 1 Klinik DKT sudah bisa melayani tes HIV.

"Layanan PDP untuk perawatan, dukungan dan pengobatannya. Totalnya ada 15 layanan dari puskesmas dan RS. Tahun ini mulai berproses ke klinik agar semua masyarakat dapat ikut menanggulangi HIV/Aids di Kabupaten Nganjuk," ungkapnya.

Fika lantas menjelaskan jika seseorang telah terkena virus HIV/Aids maka yang perlu dilakukan adalah datang langsung ke fasilitas kesehatan agar dapat segera dilakukan penanganan yang tepat. "Kalau sudah positif langsung datang ke faskes. Jika tidak ada kontra indikasi bisa dilakukan pemeriksaan viralut untuk mengetahui virus HIV ini tersupresi atau tidak", tuturnya.

Dalam hal ini masyarakat bisa berperan dalam pencegahannya yaitu mengambil bagian dalam  penyuluhan kemudian juga dalam penemuan kasusnya. Oleh sebab itu ia mengajak masyarakat Kota Bayu agar terhindar dari virus HIV/Aids untuk menjauhi perilaku seks berisiko, menerapkan PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat).

Sementara itu Nike Nuryati selaku pengelola program HIV dan IMS Dinkes Nganjuk mengatakan bahwa untuk menentukan pasien tersebut HIV atau tidak yaitu dengan melalui pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan darah yang sudah ada di puskesmas seluruh Kabupaten Nganjuk.

"Yang patut diwaspadai adalah perilaku seks berisiko. Artinya seks yang berganti ganti pasangan. Kasus ini kebanyakan di usia produktif," tutur Nike.

Nike mengungkapkan keterkaitan antara IMS (Infeksi Menular Seksual) dan HIV adalah sangat erat. "IMS ini menjadi pintu masuk dari virus HIV," ungkapnya.

Dirinya menambahkan selain program layanan yang telah disebutkan diatas ada layanan  LKB (Layanan Komprehensif Berkesinambungan). "Jadi orang itu melakukan tes terlebih dulu kemudian melakukan treatment, baru masuk ke tahap evaluasi yaitu dengan pemeriksaan viralut itu tadi," tambahnya.

Terakhir, Nike mengajak masyarakat Kabupaten Nganjuk untuk saling menginformasikan tentang HIV/Aids misalnya bagaimana cara pencegahannya. "Kita bisa mulai dari lingkup keluarga dengan memberikan informasi tentang HIV/aids kepada keluarga atau saudara," tutupnya.

×
Kontak Kami

Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nganjuk

Jl. Merdeka No. 21, Nganjuk 64419
diskominfo@nganjukkab.go.id
(0358) 61 11 87

🔍 Lihat Peta