Sedang Memuat...
Diskominfo Nganjuk | Menyatukan | Melayani

Detail Berita

Cegah Obesitas, Puskesmas Lengkong Imbau Orang Tua Rutin Pantau Berat Badan dan Jaga Pola Makan Anak

2022-10-18 Admin

Cegah Obesitas, Puskesmas Lengkong Imbau Orang Tua Rutin Pantau Berat Badan dan Jaga Pola Makan Anak

Instansi Puskesmas Lengkong melalui dr. Cahyani Ikawoni Putri selaku dokter fungsional berkesempatan memberikan sebuah edukasi mengenai penyakit obesitas kepada masyarakat dalam acara NGOBRAS (ngobrol asik kesehatan) RSAL 105,3 FM pada Selasa(18/10/2022).

dr. Cahyani menyampaikan permasalahan gizi terutama obesitas di Indonesia masih membutuhkan perhatian khusus. Pasalnya, saat ini banyak orang yang menganggap obesitas ini bukan penyakit serius.

“Tidak selamanya anak yang gemuk itu berarti sehat, lucu, dan menarik. Kegemukan justru dapat meningkatkan risiko munculnya penyakit metabolik seperti penyakit diabetes di kemudian hari,” ujarnya.

Maka dari itu, penting untuk memantau berat badan anak secara rutin dan melakukan pemeriksaan kesehatan  ke dokter jika terjadi ketidakseimbangan antara berat badan dan usia atau tinggi badan anak.

Dijelaskan dr. Cahyani, obesitas adalah kondisi ketika lemak yang menumpuk di dalam tubuh sangat banyak akibat kalori masuk lebih banyak dibandingkan yang dibakar. Jika tidak segera ditangani, obesitas dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung, hipertensi, hingga diabetes.

Anak bisa disebut obesitas ketika berat badannya lebih dari +3 SD grafik pertumbuhan. Sementara itu, anak dikatakan kelebihan berat badan atau overweight adalah ketika berat badan anak lebih dari +2 SD grafik pertumbuhan yang dibuat oleh WHO. SD adalah satuan internasional untuk standar deviasi dalam pengukuran status gizi anak.

“Gejala obesitas anak mungkin tidak diketahui dari penampilan, tapi berat badan yang melebihi angka normal dapat menjadi tanda awak obesitas pada anak,” terangnya. 

Menurut dr. Cahyani, obesitas dapat menyerang siapa saja dari segala usia. Seseorang lebih berpotensi terkena obesitas jika memiliki faktor risiko seperti gaya hidup, faktor genetik, dan faktor psikologi.

“Ada beberapa tanda anak – anak mengalami obesitas yaitu wajah bulat, pipi tembem, leher relatif pendek, pubertas dini pada anak perempuan dengan usia kurang 9 tahun sudah mengalami menstruasi, dan pada anak laki – laki dada membusung dan payudara sedikit membesar, serta penis mengecil," jelasnya.

dr. Cahyani berpesan agar orang tua menjadi panutan bagi anaknya, sehingga memiliki peran penting untuk dapat menerapkan perilaku hidup sehat. Anak dengan obesitas dapat didorong untuk rutin melakukan aktivitas fisik atau berolahraga setidaknya selama 60 menit per hari. 

“Selain itu, atur porsi makan untuk anak. Berikan makanan, minuman, dan camilan sehat, dengan membatasi asupan garam dan gula. Istirahat juga membuat anak membatasi waktu melihat layar televisi maupun gadget, serta memperbanyak waktu tidur anak,” tuturnya.

×
Kontak Kami

Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nganjuk

Jl. Merdeka No. 21, Nganjuk 64419
diskominfo@nganjukkab.go.id
(0358) 61 11 87

🔍 Lihat Peta