Puskesmas Berbek Ajak Masyarakat Peduli dan Berupaya Cegah Penyebaran DBD dengan 3M Plus


 2022-09-20 |  Admin

Demam berdarah tentunya sudah tidak asing di telinga kita, apalagi di Indonesia dengan tingkat prevalensi demam berdarah yang cukup tinggi. Aedes aegypti merupakan nyamuk demam berdarah yang dikenal membawa penyakit demam berdarah dengue atau biasa disebut DBD.

Melalui acara talkshow 105,3 RSAL FM, Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk menggandeng Puskesmas Berbek mensosialisasikan tentang cara mencegah dan mewaspadai penyakit demam berdarah. Dengan menghadirkan narasumber dari Puskesmas Berbek yaitu dr. Tristhalia Sutejo pada Selasa(20/9/2022).

Dijelaskan dr. Tristhalia, DBD merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue. Disebut demam berdarah, karena selain ada demam juga ada gejala - gejala perdarahan.

“Gejala DBD ditandai dengan demam mendadak, sakit kepala berat, nyeri otot, mual dan nyeri ulu hati, tanda-tanda perdarahan seperti mimisan, gusi berdarah, serta timbul bintik-bintik merah pada kulit,”jelasnya.

dr. Trishtalia mengatakan salah satu upaya pencegahan DBD yang mudah, murah dan efisien adalah dengan memberantas sarang nyamuk penular (vektor) dengan menggunakan metode 3M Plus, yaitu:

  1. Menguras tempat penyimpanan air seperti bak mandi, gentong, tempayan dan tempat penyimpanan air lainnya.
  2. Menutup tempat penampungan air agar nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albocpictus tidak dapat berkembang biak.
  3. Mendaur ulang atau memanfaatkan barang yang tidak terpakai yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.

“Sedangkan Plusnya dengan melakukan pemberantasan jentik nyamuk di lingkungan sekitar, menghindari gigitan nyamuk dengan memakai anti nyamuk oles dan tidur didalam kelambu,”ujarnya.

Lebih lanjut, dr. Trishtalia menyampaikan bahwa pemberantasan sarang nyamuk dengan metode fogging atau penyemprotan insektisida masih belum efektif karena fogging hanya membunuh nyamuk dewasa. 

“Jadi setelah di-fogging, satu jam kemudian jika masih ada jentik kemungkinan besar akan berubah menjadi nyamuk dewasa, maka itu tetap hidup,”ungkapnya.

“Dampaknya pun juga berbahaya bagi Kesehatan seperti nyeri kepala gejala yang paling ringan, dan yang paling berat bisa menyebabkan kanker dan kematian,”lanjutnya.

dr. Trishtalia menghimbau agar seluruh masyarakat Kabupaten Nganjuk untuk peduli dan mau berupaya mencegah penyebaran DBD dengan menjaga lingkungan, melaksanakan PSN minimal di tempat tinggalnya masing-masing, serta personal hygiene. Guna mewujudkan hal tersebut, perlu adanya komitmen dan upaya dari masing-masing individu serta pemerintah setempat.

“Mari sama-sama kita jaga lingkungan agar senantiasa bersih, guna mencegah penularan atau berkembang biaknya nyamuk demam berdarah,”tutupnya.