Nganjuk, PING – Dalam rangka memberikan apresiasi kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kecamatan, dan Desa/Kelurahan di dalam memberikan layanan terbaik kepada masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Nganjuk akan menggelar kompetisi yang bertajuk “Nganjuk Informatif Award 2022” atau NIA 2022.
NIA 2022 merupakan bentuk apresiasi dan sebagai tolok ukur kinerja OPD, Kecamatan dan Desa atau Kelurahan dalam kinerja publikasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai program, kebijakan, capaian, maupun prestasi dari instansi untuk meningkatkan citra positif Pemkab Nganjuk.
Hal ini seperti yang disampaikan Kepala Diskominfo Kabupaten Nganjuk, Slamet Basuki. NIA 2022 menjadi ajang kompetisi bagi organisasi untuk memberikan kinerja terbaiknya melalui konten informasi yang menarik dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Juga untuk mengoptimalkan peran pemerintah dalam menyampaikan fakta di tengah maraknya hoaks di media sosial,” tuturnya kepada PING, Rabu (20/7/2022).
Menurutnya, tujuan aparatur daerah dan desa dalam bekerja melayani masyarakat akan sulit diraih apabila tidak didukung oleh partisipasi masyarakat. Untuk mengaktifkan partisipasi tersebut, masyarakat perlu ditumbuhkan rasa kepercayaannya kepada Pemerintah.
“Caranya yakni dengan menginformasikan proses dan hasil kerja Pemkab dan Pemdes melalui media komunikasi resmi perangkat daerah dan desa,” jelas Slambas, sapaan akrabnya, sembari menyebut tema lomba yakni ‘Informasikan Aksi, Raih Partisipasi’.
Lebih lanjut, Slambas menyebutkan NIA 2022 yang diselenggarakan instansinya tersebut akan diikuti oleh seluruh OPD Pemkab Nganjuk (termasuk UPT/RS/Satuan Kerja), serta Pemerintah Kecamatan dan Desa/Kelurahan se-Kabupaten Nganjuk dengan kategori yang dilombakan yakni Website dan Media Sosial (Instagram).

Sementara itu Kepala Bidang Statistik, Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Nganjuk, Hari Purwanto, menambahkan aspek penilaian lomba meliputi konten artikel jurnalistik atau berita foto atau berita video untuk kategori website.
“Jumlah viewer pada kontennya. Selain itu juga mutunya yang harus memenuhi 5W+1H serta isinya bersifat informatif,” bebernya sembari menyebut materinya harus original yakni dibuat oleh instansi terkait atau tidak plagiat serta sesuai dengan ruang lingkup kerja instansi.
“Untuk instagram kontennya bisa berupa feed, reels atau video. Kita nilai jumlah kontennya, insight, hashtag dan mention-nya,” tambahnya.