NGANJUK, PING - Memasuki masa libur sekolah, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Nganjuk mengimbau kepada masyarakat terutama orangtua untuk lebih waspada dalam mengawasi aktivitas anak serta pergaulannya. Hal ini disampaikan oleh Mukhlis selaku penyuluh dari BNNK Nganjuk yang mengacu pada bahaya penyalahgunaan narkoba, saat mengisi acara talkshow 105,3 RSAL FM, Selasa (5/7/2022).
Menurutnya ini menjadi perhatian utama bagi BNNK Nganjuk karena sebelumnya anak dapat terkontrol kurang lebih 8 jam saat di sekolah. Lalu dengan masa libur sekolah ada banyak kegiatan lain yang terlepas dari pengawasan orangtua sehingga rawan terhadap penyalahgunaan narkoba.
"Karena kalau di sekolah ada guru yang mengontrol anak selama kurang lebih 8 jam tapi kemudian saat liburan anak terkadang lepas dari pegawasan orangtua, ini yang perlu diwaspadai", terangnya.
Disampaikan oleh Mukhlis, fokus dari BNNK itu sendiri adalah pada lembaga pendidikan sebagai antisipasi terhadap generasi bangsa agar tidak terjerumus pada bahaya narkoba. Saat libur sekolah BNNK biasanya bekerjasama dengan pihak sekolah untuk memberikan edukasi bahaya narkoba melalui kegiatan orientasi siswa, pramuka dan sebagainya.
"Kami fokusnya ada dilembaga pendidikan, kita mengantisipasi bagaimana penyampaian sosialisasi atau informasi itu bisa dilakukan di waktu libur sekolah misalnya kegiatan orientasi ataupun pramuka", lanjutnya.
Penyampaian edukasi itu dikatakan Mukhlis harus di klasifikasikan menurut usia. Misalnya usia pra SD diberikan pengetahuan mengenai makanan yang sehat dan selanjutnya sesuai jenjang usia.
"Kita berikan edukasi sesuai dengan jenjang pendidikan dan usia anak agar sesuai, sehingga akan lebih mudah dipahami", jelasnya.
Selama ini pihak BNNK Nganjuk telah mengadakan parenting ketahanan keluarga dengan mengambil sampel 10 keluarga yang terdiri dari orangtua dan anak minimal dilaksanakan 4 kali.
"Parenting sudah kita lakukan minimal 4 kali dengan menghadirkan 10 keluarga terdiri dari orangtua dan anak", ungkapnya.
(Narasumber dari BNNK Nganjuk dipandu host Asti Hanifa saat mengisi acara talk show RSAL FM)
Sementara itu Dida selaku penyuluh menambahkan, bahwa saat libur sekolah orangtua bisa memfasilitasi anak dengan berbagai kegiatan yang positif. Misalnya anak memiliki hobi atau keinginan positif maka sebagai orangtua harus mengarahkan kesana.
Selanjutnya menurut Dida orangtua harus mengerti, karena anak memiliki sifat keingintahuan yang lebih banyak seperti ingin mencoba hal-hal baru. Serta ada dampak sikap yang ditimbulkan jika orangtua tidak bisa memahami keinginan anak. "Biasanya ada sikap 3 yaitu melawan, diam dan pergi meninggalkan rumah", tutur Dida.
Dalam mengedukasi masyarakat dikatakan Dida, kedepan BNNK Nganjuk akan menghidupkan kembali sosialisasi mengenai narkoba dengan mobil keliling masuk ke pemukiman warga baik kota maupun desa. BNNK juga tetap berkolaborasi dengan pemerintah desa dalam memberikan edukasi mengenai narkoba.
"BNNK siap memberikan sosialisasi apabila masyarakat ingin mengundang langsung pihak BNNK dalam mensosialisasikan tentang bahaya narkoba. Atau bisa datang langsung ke kantor kami agar penyalahgunaan narkoba di masyarakat bisa ditekan", pungkasnya.