Sedang Memuat...
Diskominfo Nganjuk | Menyatukan | Melayani

Detail Berita

Musim Hujan Masih Berlangsung, RSD Nganjuk Ajak Masyarakat Tetap Waspada Demam Berdarah

2022-06-09 Admin

Musim Hujan Masih Berlangsung, RSD Nganjuk Ajak Masyarakat Tetap Waspada Demam Berdarah

NGANJUK, PING- Musim hujan saat ini masih berlangsung, untuk itu Rumah Sakit Daerah (RSD) Kabupaten Nganjuk berupaya mengedukasi masyarakat tentang penyakit demam berdarah baik gejala, pertolongan maupun upaya pencegahannya. Melalui talk show 105,3 RSAL FM pada Kamis (9/6/2022), dr. Sunarti spesialis penyakit dalam mengatakan bahwa kasus demam berdarah dipengaruhi oleh iklim. "Apalagi di iklim tropis seperti Indonesia ini sangat disenangi nyamuk demam berdarah", ujarnya.

Dijelaskan dr. Sunarti demam berdarah adalah penyakit demam yang bersifat akut biasanya terjadi 2 sampai 7 hari yang disebabkan oleh virus dengue melalui gigitan nyamuk aides aegypti.

Gejalanya yaitu demam 2 sampai 7 hari setelah itu demamnya bersifat naik turun, ada juga manifestasi pendarahan bisa spontan seperti mimisan, gusi berdarah atau pendarahan dari saluran cerna. Jika dengan uji bendung atau rempelit timbul seperti bintik merah,  trombosit kurang dari 100.000, kebocoran plasma yang ditandai dengan hematokrit tinggi lebih dari 20 persen dari nilai normal dan penurunan hemotokrit lebih dari 20 persen setelah mendapatkan terapi cairan.

Ada 4 jenis virus dengue menurut dr. Sunarti yaitu DEN-1 tidak menyebabkan pengidapnya sakit parah, meskipun mewabah di suatu daerah. Virus ini paling mudah ditularkan karena sifatnya yang kuat ketika berada dalam tubuh nyamuk maupun manusia. DEN-2 dan DEN-3, yaitu virus demam berdarah yang dinilai paling ganas, karena cenderung menyebabkan pengidapnya sakit parah. Jika terpapar kedua virus tersebut, pengidap akan memiliki tingkat keparahan penyakit yang tinggi. DEN-2 dan DEN-3 akan bermutasi dengan baik pada tubuh manusia, sehingga akan sulit untuk diatasi. Dan DEN-4 virus yang paling sedikit ditemukan dan tidak bersifat ganas. Virus ini juga paling jarang diteliti, karena paling sedikit jumlah penyebarannya.

Dikatakan dr. Sunarti dari sekian kasus demam berdarah rata-rata menyerang anak-anak, hal itu dikarenakan masih kurang sempurnanya sistem imun atau sistem kekebalan pada anak sehingga rentan terkena virus tersebut. "Kenapa yang sering terkena anak-anak karena imun anak atau kekebalan tubuhnya masih belum sempurna jadi lebih rentan terkena virus itu", paparnya.

dr. Sunarti menyarankan jika anak atau orang dewasa mengalami demam 1-2 hari bisa diberikan cairan elektrolit dan observasi di rumah. Namun jika sudah mengalami demam lebih dari 3 hari sebaiknya segera dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pihaknya juga mengajak masyarakat untuk tetap waspada dengan menjaga kesehatan, kebersihan dan mencukupi nutrisi tubuh untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

"Mari masyarakat Nganjuk untuk cegah demam berdarah dengan tetap jaga kesehatan, kebersihan dan penuhi nutrisi tubuh dalam membangun imun", ajaknya.

Sementara itu dr. Umul selaku ketua Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) RSD Nganjuk menambahkan bahwa dalam upaya menekan kasus demam berdarah di Kabupaten Nganjuk. Pihak rumah sakit telah melakukan edukasi untuk berperilaku hidup bersih di dalam maupun di luar rumah sakit dengan membersihkan kamar mandi, membuang sampah pada tempatnya, menutup genangan air, dan fogging. Untuk ke luar rumah sakit diadakan penyuluhan melalui radio, tv media dan pamflet. "Kami adakan penyuluhan setiap dua minggu sekali untuk mengedukasi masyarakat", tutupnya.

(Yos/Cs)

×
Kontak Kami

Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nganjuk

Jl. Merdeka No. 21, Nganjuk 64419
diskominfo@nganjukkab.go.id
(0358) 61 11 87

🔍 Lihat Peta