Sedang Memuat...
Diskominfo Nganjuk | Menyatukan | Melayani

Detail Berita

Cegah Stunting Sejak Dini, Modal Awal Bagi Tumbuh Kembang Anak

2022-04-05 Admin

Cegah Stunting Sejak Dini, Modal Awal Bagi Tumbuh Kembang Anak

NGANJUK, PING-Stunting merupakan ancaman utama terhadap kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Gizi buruk mempengaruhi produktivitas dan kualitas sumber daya manusia yang mendukung kemajuan negara. Apabila stunting tidak diatasi sejak dini, bangsa kita akan semakin kalah dengan bangsa lain dan tidak bisa bersaing dalam skala global.

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Nganjuk terus berupaya menekan terjadinya stunting salah satunya dengan memberikan informasi melalui program talkshow 105,3 RSAL FM, Selasa (5/4/2022). Dipandu Asti Hanifah, dokter spesialis anak dr. Susilo Pambudi, Sp.A menjelaskan bahwa stunting adalah kondisi gangguan tumbuh kembang yang terjadi pada anak yang disebabkan oleh gangguan nutrisi dan secara fisik atau klinis akan terlihat lebih pendek dari anak seusianya.

Dijelaskan dr. Susilo menurut WHO, stunting (pendek berdasarkan umur) adalah tinggi badan yang berada di bawah minus 2 standar deviasi dari Median Tabel Standar Tumbuh Kembang Anak WHO (WHO Child Growth Standards Median).
"Menurut  WHO jika tinggi badan minus 2 dari standar deviasi kurva standar tumbuh kembang anak yang tidak sesuai dengan umur maka anak itu bisa dikatakan stunting," tuturnya.

Ciri-ciri stunting yang sering terlihat adalah adanya gangguan pada berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala yang tidak sesuai dengan usianya. Namun ada juga ciri yang lain seperti respon atau cara berpikir lambat, iritatif yaitu hanya ingin dekat dengan ibu saja.

Lebih lanjut dr. Susilo mengatakan bahwa untuk mencegah stunting sebaiknya dilakukan sejak dini. Yaitu sejak sebelum ibu mengandung atau hamil dengan mengonsumsi zat besi, asam folat sebagai persiapan menuju kehamilan.

"Sebenarnya modal awal yang penting agar anak bisa tumbuh kembang dengan baik adalah kita cegah stunting sedini mungkin yaitu sebelum masa kehamilan mengonsumsi zat besi dan asam folat," terangnya.

Lalu juga dengan mengonsumsi makanan yang mengandung cukup kalori, protein dan memenuhi mineral esensial juga mikro nutrien (zat besi, elektrolit lain, kalsium, zinc dan sebagainya). Serta pola makan keluarga yang dapat mempengaruhi pola makan anak misalnya hanya memakan makanan yang mengandung karbohidrat namun rendah protein, maka harus benar-benar diperhatikan pola makan yang memenuhi gizi seimbang.

dr. Susilo menyarankan agar anak tidak terkena stunting sebaiknya dilakukan pencegahan melalui beberapa fase.
"Stunting bisa kita cegah ada banyak fase yang kita kerjakan untuk mencegah. Sebelum kehamilan sebaiknya kehamilan yang terencana, fase pemenuhan nutrisi, fase pemberian asi, fase pemberian MPASI usia 6 bulan ke atas, fase pantauan tumbuh kembang anak harus dilakukan secara berkala minimal 3 bulan sekali baik berat, tinggi badan, dan lingkar kepala," pesan dr. Susilo.

Sementara itu, dr. Umul selaku Ketua Promosi Kesehatan RSUD Nganjuk (PKRS) menambahkan bahwa pihak rumah sakit selama ini telah memberikan informasi dan edukasi melalui beberapa media diantaranya tv media, website dan kedepan akan dilakukan diskusi mengenai pemasangan papan informasi pencegahan stunting.

"Untuk informasi dan edukasi kita punya media TV, website RSUD Nganjuk dan untuk papan informasi atau banner, akan kami diskusikan kembali dengan pihak RSUD," tutupnya.(Yos/Ys)

×
Kontak Kami

Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nganjuk

Jl. Merdeka No. 21, Nganjuk 64419
diskominfo@nganjukkab.go.id
(0358) 61 11 87

🔍 Lihat Peta