Nganjuk, PING - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) mempromosikan porang sebagai tanaman lokal di Kota Bayu yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan tambahan selain umbi, talas, ganyong dan jagung. Hal ini seperti yang disampaikan Kepala Seksi (Kasi) Penganekaragaman Pangan dan Konsumsi, Masrul Imami, S.TP saat menjadi narasumber di 105,3 RSAL fm pada Senin (28/3/2022).
Turut hadir menjadi narasumber, Jabatan Fungsional Pengawas Mutu Hasil Pertanian DKPP, Lusi Wahidiyawati, S.P, M.Agr dan Pengusaha Porang Mulia Indonesia, Donny Budi Wicaksono, S.Sos.
Pada acara talkshow yang dipandu Asti Hanifa tersebut, Masrul Imami menyampaikan porang merupakan jenis tanaman berumbi selain dapat digunakan sebagai bahan obat-obatan dan kosmetik juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan.
“Nganjuk merupakan sentra penghasil porang. Kami promosikan porang karena merupakan sumber keragaman pangan. Hal ini agar tercapai ketahanan pangan dan gizi keluarga masyarakat Nganjuk,” tuturnya.
Masrul Imami juga menyampaikan bahwa kedepan nanti pihaknya akan mengadakan pelatihan pengolahan porang untuk dijadikan makanan olahan.
“Selama ini porang hanya dijadikan bahan mentah komoditas ekspor. Untuk bahan makanan di luar negeri. Kami berupaya mengurangi ketergantungan ekspor tersebut,” jelasnya sembari menyebutkan olahan porang dapat dijadikan bahan utama membuat bakso, jelly, mie, nugget dan keripik.
Sementara itu Lusi Wahidiyawati menyebutkan kegiatan pengembangan diversifikasi atau penganekaragaman pangan lokal melalui pengolahan porang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.
“Disini kita bertugas mengedukasi dan memfasilitasi potensi yang ada di Nganjuk. Potensi porang di sini luar biasa, kualitas dan kuantitasnya. Untuk itu kita berupaya mulai dari hulu dan hilirnya dapat tersedia di Nganjuk,” tuturnya sembari menyebut Kabupaten Nganjuk merupakan pemasok porang terbesar hampir di seluruh pabrik baik di dalam maupun di luar negeri.
Menambahkan kedua narasumber dari DKPP, Donny Budi Wicaksono sebagai pengusaha porang yang sukses di Kabupaten Nganjuk mengajak seluruh masyarakat khususnya petani porang bangga dengan kearifan lokal yang ada di Kabupaten Nganjuk ini. “Mari kita jaga kualitas porang kita. Berbudidaya yang baik dan benar, tanpa ada pemupukan yang berlebih. Semoga semua olahan porang dapat diproduksi di Nganjuk,” tuturnya.
“Ayo bersama-sama kita tingkatkan mulai ekonominya, kita tingkatkan kearifan lokalnya, dan ayo kita perjuangkan bersama kedepannya agar kita bisa ngomong Nganjuk selain kota bawang merah, Kota Angin, selain itu juga disebut Kota Porang sepenuhnya,” tambahnya.
(AL/ZK/NR)