Sedang Memuat...
Diskominfo Nganjuk | Menyatukan | Melayani

Detail Berita

BMKG Himbau Masyarakat Kabupaten Nganjuk di Musim Penghujan

2022-03-23 Admin

BMKG Himbau Masyarakat Kabupaten Nganjuk di Musim Penghujan

NGANJUK, PING- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Nganjuk menghimbau masyarakat untuk tetap waspada, meskipun di Bulan Maret curah hujan sudah menurun tetapi di bulan April dan Mei akan menghadapi peralihan musim.

Hal itu dikatakan Setiyaris, selaku Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Muda BMKG Nganjuk saat menyampaikan laporan evaluasi cuaca iklim, gempa bumi di bulan Februari 2022 dan prakiraan musim kemarau tahun 2022 di Kota Bayu pada program Dinamika 105,3 RSAL FM, Rabu (23/03/2022).

Menurut Setiyaris, dari hasil pengamatan BMKG Nganjuk di bulan Februari, curah hujan yang terjadi di Kota Bayu selama Februari 2022 tercatat 496 poin 3 milimeter (mm) dengan 23 hari hujan.

Curah hujan maksimal tercatat 141 mm. “Yakni pada tanggal 07 Februari 2022 sedangkan curah hujan minimum tercatat 0,3 mm pada tanggal 06 Februari 2022,” terangnya sembari menjelaskan beberapa laporan evaluasi cuaca iklim bulan Februari lainnya.

Setiyaris juga menjelaskan beberapa cara menandai prakiraan cuaca dengan mengamatinya melalui bentuk awan. “Yakni awan yang berbentuk bunga kol tau bergumpal-gumpal berwarna putih bersih, kemudian menjelang siang dan sore akan berubah menjadi agak kegelapan atau keabu-abuan, hal ini akan mengakibatkan hujan turun,” jelasnya.

Selain itu kita juga bisa melihat informasi tentang prakiraan cuaca perhari melalui website BMKG Nganjuk.

Sementara itu, M. Aji Permana, selaku Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Muda BMKG Nganjuk menjelaskan selain menyampaikan informasi cuaca, pihaknya juga menyampaikan prakiraan musim. Yakni musim kemarau, puncak musim kemarau berada di bulan Agustus. “Untuk Nganjuk bagian tengah terjadi di bulan September dan di bagian Utara Selatan terjadi di bulan Agustus,” tambahnya.

Sebagai penutup, Aji berharap kepada masyarakat Kabupaten Nganjuk untuk tetap waspada dengan cara memahami dan mengenali lingkungan tempat kita berada.

“Untuk masyarakat, kami himbau untuk tidak terpancing dengan isu-isu atau ramalan yang berisi terjadinya gempa bumi, karena hingga saat ini belum ada teknologi negara pun yang dapat memastikan kapan, dimana dan seberapa besar gempa bumi itu terjadi,” terangnya sembari menjelaskan Kita harus terus berpedoman pada informasi resmi yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang seperti BMKG, BPBD maupun TNI/POLRI.

Sementara itu Setiyaris menjelaskan untuk menghadapi masa peralihan musim di bulan April dan Mei perlu diwaspadai potensi hujan lebat dengan durasi singkat. “Kita juga waspadai angin kencang dan puting beliung yang biasa terjadi, terutama pada periode pancaroba saat ini,” terangnya.

“Untuk masyarakat yang daerahnya rawan kekeringan mungkin informasi prakiraan musim kemarau ini bisa menjadi pedoman agar mewaspadainya terlebih dahulu,” tutup Setiyaris. (Cy/Cs)

×
Kontak Kami

Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nganjuk

Jl. Merdeka No. 21, Nganjuk 64419
diskominfo@nganjukkab.go.id
(0358) 61 11 87

🔍 Lihat Peta