NGANJUK, PING–Palang Merah Remaja (PMR) merupakan organisasi kepemudaan binaan Palang Merah Indonesia (PMI) yang berpusat di sekolah-sekolah dengan tujuan mengedukasi siswa tentang pengetahuan dasar bidang kesehatan umum dan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K). Keberadaan PMR berperan penting dalam pembentukan karakter bangsa.
Di masa pandemi COVID-19, aktifitas kegiatan PMR di sekolah sangat terpengaruh. Namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat para Pembina PMR di sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Nganjuk untuk tetap memberikan ruang pada PMR supaya tetap aktif.
Hal ini seperti yang disampaikan Toto Nuswantoro selaku Wakil Ketua PMI Kabupaten Nganjuk saat menjadi narasumber di 105,3 RSAL FM pada Kamis (3/3/2022). “Ya ini sesuai arahan Ibu Gubernur Jawa Timur dan juga Plt Bupati Nganjuk agar aktifitas PMR lebih ditingkatkan. Dan PMR hukumnya wajib ada di sekolah-sekolah. Karena perannya sangat penting,” tutur Toto Nuswantoro sembari menyebut pada tanggal 1 Maret 2022 lalu PMR telah mencapai usia ke 72 tahun.
Toto menjelaskan, PMR merupakan regenerasi dari PMI yang bertujuan membangun dan mengembangkan karakter kepalangmerahan. Tujuan lain yaitu agar anggota PMR siap menjadi relawan PMI di masa depan. Dan agar memiliki arah dan tujuan yang jelas, maka PMI membuat kebijakan pembinaan untuk PMR.
“Bagaimana pentingnya PMR? Jadi remaja merupakan prioritas pembinaan baik dalam keanggotaan maupun kegiatan. Remaja berperan penting dalam pengembangan kegiatan kepalangmerahan. Remaja berperan penting dalam perencanaan, pelaksanaan kegiatan dan proses pengambilan keputusan untuk kegiatan PMI. Dan remaja adalah calon pemimpin PMI masa depan,” tuturnya dalam acara Dinamika yang dipandu Asti Hanifa itu.
Sementara itu, Soleh Triatmanto selaku staf PMI Kabupaten Nganjuk menjelaskan tiga tingkatan dalam keanggotaan PMR. Yakni Mula, Madya dan Wira.
“PMR Mula tingkatan setara pelajar SD. Madya tingkatan setara pelajar SMP. Dan Wira tingkatan setara pelajar SMA. Di Kabupaten Nganjuk untuk tingkatan Madya dan Wira jumlah anggota PMR sangat banyak, karena ada ekstrakurikuler di SMP dan SMA,” jelasnya sembari menyebut tingkatan Mula belum banyak terbentuk ekstrakurikuler PMR.
Soleh Triatmanto juga mengimbau kepada para remaja sekolah di Kota Bayu untuk mengikuti ekstrakurikuler PMR di sekolahnya. Karena kegiatannya bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga dan teman-teman sejawat.
“Materi pokok yang akan diberikan kepada adik-adik anggota PMR ada banyak. Seperti gerakan kepalangmerahan, kepemimpinan, pertolongan pertama, sanitasi dan kesehatan, kesehatan remaja, kesiapsiagaan bencana dan donor darah siswa,” tambahnya.
(AL/ZK)