NGANJUK, PING-Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan hari Rabu 14 Februari 2024 sebagai hari pemungutan suara pemilihan umum (pemilu) tahun 2024. Sebagai institusi yang terlibat dalam pelaksanaan pemilu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Nganjuk turut andil dalam rangka mensukseskan pesta demokrasi lima tahunan tersebut. Untuk itu, Bawaslu Kabupaten Nganjuk mengajak masyarakat Kota Bayu menyongsong pemilu dengan riang dan gembira.
Hal itu disampaikan Abdul Azis selaku Ketua Bawaslu Kabupaten Nganjuk saat menjadi narasumber acara Dinamika 105,3 RSAL FM, Selasa (22/02/2022). Ia menuturkan, pemilu adalah pesta demokrasi setiap masyarakat Indonesia. Disebut pesta, maka lumrah jika keceriaan terjadi saat pemilu.
“Namun perlu diingat, ada aturan-aturan yang berlaku dalam pelaksanaan pemilu, dan sifatnya wajib untuk diikuti,” tutur Abdul Azis pada acara yang dipandu Asti Hanifa tersebut.
Untuk itu, selaku penegak peraturan pemilu, pihaknya memiliki beberapa tugas. Terutama dalam rangka pengawasan, penindakan maupun pencegahan kecurangan terhadap seluruh proses pemilihan. Selain itu, Bawaslu juga memiliki wewenang untuk memeriksa dan menindak terkait dengan dugaan pelanggaran berdasarkan laporan maupun temuan.
“Namun kami juga berkewajiban untuk melakukan sosialisasi terkait persiapan pemilu maupun pilkada serentak 2024 nanti kepada warga masyarakat,” tambahnya.
Azis menjelaskan, Bawaslu Kabupaten Nganjuk memiliki berbagai persiapan menghadapi pemilu 2024. Salah satunya penguatan kelembagaan.
“Bawaslu mendorong masyarakat untuk menyadari dan memahami bagaimana tujuan dari pemilu untuk mendapatkan pemimpin yang baik bagi masyarakat,” tambah Azis sembari menyebut jika pandemi masih berlangsung saat pemilu 2024, penyelenggara akan mengatur susunan pembagian lokasi dalam tahap pemilihan agar semua berjalan aman dan nyaman.
Diakui Azis jika masalah yang sering dihadapi pada saat pemilu adalah politik uang. Hal ini merupakan tantangan yang berat bagi pihaknya, karena dapat terjadi kapan dan dimana saja. Untuk itu Azis turut mengajak dan mengedukasi masyarakat untuk ikut berperan serta dalam setiap proses pengawasan pemilu.
“Kami juga berharap masyarakat berani menolak politik uang, dan mengajak sanak saudara maupun masyarakat lain untuk menolak juga,” tutupnya (Bay/El)