NGANJUK, PING-Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Nganjuk terus berupaya menggugah partisipasi masyarakat, terutama kaum perempuan dalam peranannya pada ranah politik. Apalagi jelang tahapan pemilihan umum (pemilu) dan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak tahun 2024.
Hal itu disampaikan oleh Kurrotul A'yun selaku Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih (Sosdiklih), Partisipasi Masyarakat (Parmas), dan Sumber Daya Manusia (SDM) KPUD Kabupaten Nganjuk dalam acara talkshow 105,3 RSAL FM, Rabu (29/12/2021). Dalam acara yang dipandu host Hanis Ary tersebut A'yun menyampaikan, jika dilihat pada pilkada tahun 2018, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Kota Bayu didominasi oleh kaum perempuan. Yaitu sebanyak 74,18 persen. Sementara laki-laki sebanyak 64,12 persen.
Namun demikian, A'yun menjelaskan, kaum perempuan masih tergolong dalam kategori basis atau rentan. Termasuk juga kaum disabilitas, kaum marjinal, dan pinggiran.
"Partisipasi pemilih perempuan itu belum berbanding lurus dengan keterwakilan perempuan," jelas A'yun sambil mengatakan KPUD Kabupaten Nganjuk masih terus mengembangkan pola sosdiklih yang terus dilakukan evaluasi dan perbaikan.
Untuk itu, A'yun berharap kaum perempuan lebih berperan. Baik dalam pemilihan kepala daerah Kabupaten Nganjuk maupun dalam pemilihan umum pada tahun 2024 mendatang.
"Monggo kaum perempuan untuk lebih sadar berpartisipasi dalam pilkada maupun pemilu mendatang. Karena perempuan ibarat berlian, semakin ditempa semakin berkilau. Seperti halnya perempuan. Semakin berkiprah, semakin mengakses pergaulan yang bermanfaat maka perempuan akan semakin berkilau seperti berlian," ajaknya.
Sementara itu, Wiji Rahayu selaku Plt Sub Koordinator Teknis Penyelenggaraan Pemilu dan Partisipasi Masyarakat (Tekmas) KPUD Kabupaten Nganjuk menyampaikan, perempuan harusnya mampu menggunakan hak pilih nya secara cerdas dan aktif. Selain itu juga bisa berperan sebagai peserta pemilu maupun sebagai penyelenggara pemilu.
Wiji berharap kaum perempuan di Nganjuk bisa menjadi penyelenggara pemilu, minimal 30 persen. Sebagai pemilih aktif, Wiji berpesan kepada pemilih harus cek data secara mandiri. "Tidak hanya sebagai pemilih aktif tapi juga bisa berperan sebagai peserta pemilu, atau sebagai penyelenggara," tutup Wiji.(Al/Yos)
Berita ini telah terbit pada Portal Informasi Pemkab Nganjuk (PING) pada tanggal 29 Desember 2021
Sumber: https://www.nganjukkab.go.id/home/detail-kabar/begini-cara-kpud-nganjuk-naikkan-partisipasi-perempuan-dalam-pemilu