Sedang Memuat...
Diskominfo Nganjuk | Menyatukan | Melayani

Detail Berita

Disperta Minta Petani Lengkapi Data e-RDKK untuk Penyaluran Pupuk Subsidi

2021-08-31 Root

Disperta Minta Petani Lengkapi Data e-RDKK untuk Penyaluran Pupuk Subsidi

NGANJUK, PING-Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Nganjuk berupaya memenuhi kebutuhan pupuk bersubdisi bagi para petani. Termasuk untuk Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

Agar data aktual dan sesuai penerima, Disperta Kabupaten Nganjuk tengah melakukan penyusunan elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) Tani tahun 2022. Penyusunan dimulai sejak Juni, dan berakhir pada Oktober 2021. Dan berlaku untuk tahun 2022.

Hal itu dikatakan Ir. Sutono selaku Kasi Bidang Usaha Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk. Ia mengatakan, tahun 2022 penyusunan e-RDKK harus terintegrasi dengan Sistem Informasi Penyuluh Pertanian (Simluhtan). 

Penyusunan e-RDKK juga tergantung pada penginputan dari kelompok tani. Hingga sejauh mana bisa mengcover seluruh anggota kelompok tani sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) yang ada dengan maksimal luas lahan untuk bertani. Yaitu 2 hektar.

"Untuk mendapatkan jatah pupuk bersubsidi para petani harus menyiapkan beberapa data yang lengkap dan aktual. Akan ada tim admin untuk kemudian data dari kelompok tani kecamatan itu dikoordinasikan oleh kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) lewat penyuluh di wilayah kecamatan," tutur Sutono saat menjadi narasumber 105,3 RSAL FM, Kamis (26/08/2021).

Selanjutnya Sutono menyampaikan, di tahun 2021 ada alokasi untuk pupuk bersubsidi jenis urea hampir 97 persen. Kemudian pupuk SP 50 persen, pupuk MPK 50 persen, dan pupuk ZA hampir 50 persen. "Dengan demikian yang masih belum tercukupi yaitu pupuk jenis SP 36, Phonska, MPK dan ZA," imbuhnya pada acara yang dipandu Asti Hanifa itu.

Sementara untuk AUTP, Sutono menjelaskan bahwa program ini bekerjasama  dengan Jasa Asuransi Indonesia (Jasindo). AUTP dianggap penting, sebab, untuk antisipasi dan mengurangi risiko gagal panen. Setiap hektar lahan, dikenakan biaya asuransi sebesar Rp 180 ribu. Dimana 80 persennya ditanggung oleh pemerintah. Atau sebesar Rp 144 ribu. 

Sehingga para petani hanya dibebankan 20 persennya. Atau sebesar Rp 36 ribu sebagai premi. Dan prosedur mendaftar bisa dilakukan pendataan di ke kelompok tani lewat aplikasi Sistem Informasi Asuransi Pertanian (SIAP).

"Asuransi ini penting. Seandainya petani gagal panen, sesuai kriteria yang ada. Misalnya karena kekeringan, serangan OPT dan sebagainya. Maka per hektar lahan akan diberikan pengembalian maksimal 75 persen ganti rugi. Atau sebesar Rp 6 juta," jelas Sutono.

Sutono berharap kepada petani Kota Bayu, sesuai dengan aturan yang ada untuk mengikuti program AUTP. Sehingga dalam mengurangi risiko gagal panen. Serta segera melengkapi data yang valid untuk diinput ke e-RDKK.

"Monggo para petani ikut program asuransi usaha tani padi untuk mengurangi resiko gagal panen. Dan untuk RDKK, monggo petani datanya harus valid. Jangan sampai ada yang tertinggal agar mendapatkan pupuk bersubsidi," tutupnya.

Berita ini telah terbit pada Portal Informasi Pemkab Nganjuk pada tanggal 26 Agustus 2021 

Sumber: https://www.nganjukkab.go.id/home/detail-kabar/disperta-minta-petani-lengkapi-data-e-rdkk-untuk-penyaluran-pupuk-subsidi

×
Kontak Kami

Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nganjuk

Jl. Merdeka No. 21, Nganjuk 64419
diskominfo@nganjukkab.go.id
(0358) 61 11 87

🔍 Lihat Peta