Pemkab Nganjuk Siapkan Jaring Pengaman Social Untuk Warga Yang Terdampak Covid19 Secara Ekonomi


 2020-04-20 |  Yesy Agustin

Bupati Nganjuk H. Novi Rahman Hidayat, bersama Wakil Bupati Marhaen Djumadi, beserta Forkopimda Nganjuk, mengunjungi tiga Posko Penanganan Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Kecamatan Berbek, Sawahan, dan Wilangan, Senin (20/4). Kunjungan tersebut bertujuan memberikan arahan langsung kepada para kepala desa maupun Satgas Covid-19 tingkat kecamatan

Dalam arahannya, Bupati Novi menegaskan, tidak ada karantina wilayah atau Lockdown di Kab.Nganjuk, Karena lockdown butuh proses, butuh mekanisme dan konsekuensi yang harus dipatuhi yaitu Desa/ kecamatan/kabupaten yang melakukan lockdown wajib seluruh warganya dijamin kebutuhan sehari-harinya

Mas Novi menambahkan bahwa ekonomi secara makro seluruh Kab.Nganjuk mengalami penurunan yang signifikan, seluruh pedagang dipasar yang berjumlah 8.327 se-Nganjuk omset turun lebih dari 50%

“Maka dari itu keputusan Pemerintah Daerah yaitu tidak boleh lockdown agar tidak terjadi penurunan ekonomi,  hal ini semata untuk menjaga kestabilan ekonomi” ungkap Bupati Nganjuk Novi

Meskipun tidak ada lockdown, Bupati terus mengingatkan semuanya agar tetap hati-hati dan waspada. Tetap jaga jarak dan lakukan Phisycal distancing, gunakan masker jika keluar rumah, sediakan tempat cuci tangan di masing-masing rumah, terapkan protokol keluar dan masuk rumah, melaksanakan sholat jumat sesuai fatwa MUI

Pemerintah Kab.Nganjuk menyiapkan jaring pengaman sosial yang dirancang Pemerintah Kab.Nganjuk untuk membantu perekonomian warga yang terdampak pandemi Covid-19 seperti kriteria yang sudah ditentukan misalnya penjaga sekolah, pedagang makanan di sekolah atau kantin, ojol dan pekerja informal lainnya

"Dengan adanya bantuan pengaman baik dari Pemerintah Pusat dan Pemprov Jatim serta dari APBD Kabupaten Nganjuk, kami berharap warga yang terdampak covid-19 bisa terbantu perekonomiannya". Pungkas Mas Novi

Sebanyak 41.141 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Nganjuk akan mendapatkan dana bantuan jaring pengaman sosial dampak Covid-19 dari Pemerintah Pusat dan Pemprov Jatim, dan sejumlah 22.200 Kartu Keluarga (KK) juga akan mendapat jaring pengaman sosial dari Pemerintah Daerah

Bantuan jaminan pengaman sosial ini ditujukan untuk warga yang terdampak covid-19 yang belum mendapatkan program bantuan apapun dari Pemerintah.

Bupati Novi juga memberikan bantuan berupa disinfektan, thermogun dan sembako secara simbolis kepada Kepala Desa, Tak hanya itu, beliau juga membagikan sembako secara simbolis kepada lansia. (diskominfo)