Peringati HANI 2020, Pemkab Nganjuk Gelar Acara Bincang-Bincang Bersama BNNK Secara Virtual


 2020-06-27 |  Yesy Agustin

26 Juni, diperingati sebagai Hari Anti Narkotika Internasional (HANI). Peringatan ini bertujuan sebagai bentuk keprihatinan dunia, memperkuat aksi dan kerja sama global, serta untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memerangi masalah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang berdampak buruk terhadap kesehatan, perkembangan sosial-ekonomi, serta keamanan dan perdamaian dunia.


Pada peringatan HANI tahun 2020, Pemerintah Kabupaten Nganjuk berbincang-bincang bersama BNNK Nganjuk dalam acara Virtual Talkshow, di Pendopo Pemkab Nganjuk, Jumat (26/06/2020).
Virtual talksow BNN dalam rangka Hari Anti Narkotika Internasional atau HANI 2020 menghadirkan pembicara Kepala  BNNK Nganjuk , Pj. Sekretaris Daerah Nganjuk, dan Kasat Pol-PP Nganjuk dengan peserta Kepala OPD .


Bertajuk “Hidup 100% di Era New Normal: Sadar, Sehat, Produktif, dan Bahagia Tanpa Narkoba”. Pesan “Hidup 100%” ini merupakan ajakan untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih maksimal di segala unsur kehidupan baik itu secara fisik dan mental, jasmani dan rohani, dunia dan akhirat, yang pastinya 100% hidup tanpa narkoba.


Dalam Virtual Talkshow, Kepala BNNK Nganjuk AKP Ir. Bambang Sugiarto mengatakan dengan tema Hidup 100% di Era New Normal ini tidak hanya tentang narkoba saja, tetapi juga bebas dari korupsi, radikalisme, terorisme maupun Covid-19 yang sedang melanda bangsa Indonesia
“Untuk membrantas narkotika, mungkin secara umum masyarakat hanya mengetahui sabu, ganja, dan ekstasi. Padahal sekarang tururnannya sudah banyak varian, Narkotika saja ada 267 jenis. Maka sebagai bentuk keprihatinan, maka mari kita berantas bahaya narkoba bersama, “ ujar AKP Ir. Bambang Sugiarto.


Pj. Sekretaris Daerah Nganjuk Drs. Nur Solekan, M.Si menjelaskan pastinya Pemerintah Daerah akan menerapkan alternatif kebijakan dalam portal pelaporan anti narkotika baik di bidang pendidikan maupun ASN di lingkup pemerintahan Nganjuk.


“ Portal anti narkotika aduan ini nantinya akan kami kaji dengan Kominfo, karena ini harus mengikuti perkembangan jaman sesuai dengan teknologi yang semakin canggih, “ tegas Nur Solekan.


Lebih lanjut Nur Solekan menambahkan tentunya secara jenjang dan berkelanjutan seluruh steakholder di jajaran ASN harus bertanggung jawab penuh terhadap kegiatan pencegahan penyalahgunaan narkotika.


Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Drs. Abdul Wakid menegaskan dalam rangka penindakan pemberatasan narkoba di Nganjuk, Satpol-PP tentunya bersinergi bersama BNN, dan TNI-Polri.


“Sejalan dengan itu kita memasuki new normal dimana kita berharap dengan new normal masyarakat maupun anak anak kita generasi muda akan lebih giat belajar dengan tetap di rumah, tapi tidak mengkonsumsi narkoba, keluar ke cafe bahkan ke tempat karaoke, “ kata Abdul Wakid.


Moderator virtual Talkshow, Asti mengatakan, kepedulian akan pemberantasan narkoba karena penyebaran narkoba dianggap sepele atau hanya menjadi pekerja dari BNN saja tapi harus melibatkan semua pihak untuk sama-sama membangun atau bersinergi memberantas hal ini.