Melalui Vidcon, Pemkab Nganjuk Ikuti Arahan Penanganan Covid-19 bersama Presiden RI


 2020-06-27 |  Yesy Agustin

Provinsi Jawa Timur kini mencatatkan kasus Covid-19 tertinggi di Indonesia. Menyikapi hal tersebut Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo melaksanakan kunjungan ke Posko penanganan Covid-19 Jatim di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (25/06/2020). Dalam rangka memberikan pengarahan perang lawan corona.

Dalam kunjungan kerja pertama Presiden sejak pandemi berlangsung ini, ia menegaskan pentingnya integrasi semua pihak terkait, baik gugus tugas, pemerintah daerah, rumah sakit untuk melakukan manajemen krisis sehingga pandemi di Jawa Timur teratasi dan angka kasus positif turun.

Melalui Video Teleconference, Presiden RI mengajak seluruh Pejabat Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Kepala Daerah dan Gugus Tugas Kabupaten/Kota se-Jawa Timur. Termasuk Pemerintah Kabupaten Nganjuk mengikuti pengarahan terkait Penanganan Covid-19 di Jawa Timur, di Ruang Rapat Command Center Nganjuk.

Dalam laporannya Gubernur Jawa Timur Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si menyampaikan meski pada Rabu (24/06) provinsi Jatim mencatatkan kasus positif terbanyak di indonesia, dia mengatakan bahwa pada hari yang sama tercatat 241 pasienpositif virus corona sembuh.

"Secara prosentase 31,47%, ini adalah persentase tertinggi kesembuhan," Akan tetapi, kita menyadari bahwa penularan Covid-19 ini luar biasa cepat. Di dunia saja, penyebaran kasus Covid-19 dari 4 juta menjadi 8 juta hanya dalam waktu 17 hari, “ tegasnya.

Lebih lanjut Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan bahwa semua pihak telah "bekerja keras" menangani pandemi, namun dirinya berharap "target yang lebih signifikan" akan tercapai dalam dua pekan mendatang.

"Mudah-mudahan kerja keras kita bisa memberikan penurunan yang lebih signifikan dari kasus yang muncul dan dari penurunan angka kematian, dan sebaliknya, adalah bagaimana meningkatkan angka kesembuhan pasien Covid-19 di Jawa Timur," jelas Khofifah.

Sementara Presiden RI Joko Widodo meminta kepada seluruh instansi pemerintahan untuk bekerja sama menangani Covid-19. Tidak berjalan sendiri-sendiri. Koordinasi antarmanajemen harus betul-betul ditingkatkan.

“Masyarakat juga demikian. Jangan menganggap situasi ini normal, sehingga ke mana-mana tidak memakai masker. Maka, kepala daerah harus mengingatkan berkali-kali,” tegas Presiden RI di Gedung Negara Grahadi Surabaya.

Presiden Jokowi berharap dalam dua minggu ini Jatim betul-betul ada penurunan signifikan, sehingga bisa masuk ke tatanan normal baru dan masyarakat beraktivitas seperti biasa. (Diskominfo,foto:humaskabnganjuk)