SOSIALISASI PENYUSUNAN SISTEM INTEGRASI DATA KELURAHAN DAN DAERAH 


 2020-09-30 |  Alfian Sasono

Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Dinas Komunikasi dan Informatika bekerjasama dengan Lembaga Penelitian Survey Meter mengadakan acara Sosialisasi Penyusunan Sistem Integrasi Data Kelurahan dan Daerah di Gedung BLK (depan SMAN 1 Nganjuk) dalam rangka pembangunan data di Kabupaten Nganjuk. Acara ini dihadiri Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nganjuk beserta Kepala Bidang Statistik & Pengelolaan Informasi Komunikasi Publik, Lembaga Penelitian Survey Meter, serta undangan dari Perwakilan BAPPEDA, Dinas Pemberdayaan Masyarakat & Desa, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk. Turut hadir sebagai peserta sosialisasi yaitu Perwakilan dari Kecamatan Nganjuk, Bagor, Sukomoro, Tanjunganom dan Kertosono, serta 20 (duapuluh) Kelurahan yang tersebar di 5 (lima) wilayah Kecamatan tersebut. 

    Pada kegiatan sebelumnya, pernah dilaksanakan acara sosialisasi dengan tema serupa yakni pada tanggal 27 Pebruari 2020 di Pendopo Kecamatan Patianrowo yang pada saat itu acara berjalan dengan lancar dan sukses sehingga menjadikan Kecamatan Patianrowo sebagai Pilot Project Penyusunan Data Desa dan Daerah Terintegrasi. Pada kegiatan sosialisasi yang diselenggarakan kali ini, fokus project-nya adalah pendataan 20 (duapuluh) Kelurahan yang ada di Kabupaten Nganjuk. Rencana awalnya kegiatan pendataan akan dilakukan menyeluruh di 264 Desa dan 20 Kelurahan di Kabupaten Nganjuk, akan tetapi dikarenakan pandemi Covid-19 Dana Desa mengalami recofusing, sehingga pendataan yang berjalan saat ini difokuskan di tingkat Kelurahan. 

    Untuk menghasilkan data yang akurat di tingkat Kelurahan, perlu dilakukan survey Rumah Tangga. “Metode pendataan dengan cara survey ke Rumah Tangga, diyakini mampu meningkatkan validitas data. Dengan survey ke Rumah Tangga/ turun ke lapangan, sehingga kita memperoleh jaminan validitas. Jaminan validitasnya yakni: 1. Metodenya survey ke Rumah Tangga/ turun langsung ke lapangan; 2. Pendata yang terlatih, dari unsur Kelurahan/ Lembaga Kemasyarakatan; 3. Metode pemilihan indikator dan teknik wawancara”, tegas Slambas, sapaan akrab Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kab. Nganjuk ini. Dari sekian orang dari unsur Kelurahan yang telah terlatih tersebut dapat menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) Data di Kelurahan. Terlatih melakukan pengumpulan data, terlatih melakukan pengolahan data, terlatih memahami cara membaca data dan terlatih mampu menganalisis data pada tahun-tahun berikutnya.
    
    Kegiatan Sosialisasi Penyusunan Sistem Integrasi Data Kelurahan dan Daerah ini diselenggarakan tidak lain adalah dengan maksud memberikan arah penyelenggaraan pengelolaan data yang dihasilkan oleh Kelurahan untuk mendukung perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, dan evaluasi pembangunan. Selain itu tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mewujudkan satu basis data pembangunan yang akurat, mutakhir, terpadu, mudah diakses, dibagipakaikan dan terintegrasi dan mendukung Sistem Statistik Nasional, Daerah, dan Desa/Kelurahan (Data Profil Desa/Kelurahan, Data IDM). 

    Pendataan ini sesuai instruksi Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 12 Tahun 2007 tentang Pedoman Penyusunan dan Pendayagunaan Data Profil Desa dan Kelurahan serta Peraturan Bupati Nomor 43 Tahun 2020 tentang Satu Data Indonesia Tingkat Daerah.