Bupati Nganjuk Serahkan Sertifikat Tanah Gratis Program PTSL


 2020-09-28 |  Harissudin

Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) merupakan proses pendaftaran tanah  yang dilakukan secara serentak dan meliputi semua obyek pendaftaran tanah yang belum didaftarkan di dalam suatu wilayah desa atau kelurahan.

Menyikapi hal tersebut, upaya Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Badan Pertanahan Nasioal untuk memberikan jaminan kepastian hukum status kepemilikan tanah melalui program PTSL tersebut terus dilakukan.

Hal ini, membuat ratusan warga Desa Mlorah Kecamatan Rejoso kini bisa bernafas lega setelah menerima sertifikat tanah yang didaftarkan melalui Program Sertifikasi Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap ( PTSL).

Penyerahan 400 sertifikat tanah itu secara simbolis diberikan oleh Bupati Nganjuk H. Novi Rahman Hidayat, S.Sos, MM kepada warga Desa setempat di Balai Desa  Mlorah kecamatan Rejoso, Senin (28/09/2020). Penyerahan sertifikat ini juga disaksikan oleh Ketua BPN Nganjuk Edison Lomban Batu, Asisten Pemerintahan, Kadis PMD Haris Jatmiko, S.Pd, M.Si, Anggota Dewan Fraksi PDIP Mariyanto, Camat Rejoso Puguh Harnoto, SST, M.Si, dan Kades Mlorah Dodik Hermawan.

Dalam rangkaian acara penyerahan, Bupati Nganjuk yang akrab dipanggil Mas Novi ini, mengadakan kuis tanya jawab berhadiah tentang PTSL. Beberapa hal penting yang terungkap saat kuis berlangsung pada kegiatan penyerahan sertifikat PTSL ini di antaranya adalah 3 manfaat PTSL. “Dengan kepemilikan sertifikat yang sah, maka mudah mendapatkan pinjaman modal dari bank, memiliki kekuatan hukum, serta menghindari terjadinya konflik keluarga,” ujarnya.

Selain itu, Mas Novi juga menjelaskan tentang tentang SKB 3 Menteri, serta Perbup No.25 yang secara tegas  mengatur larangan dan sanksi. Beberapa larangan dalam pelaksanaan persiapan PTSL di antaranya memperkaya diri, membeda-bedakan pelayanan pemohon dan menghambat tercapainya program tepat waktu dan sasaran.

Lebih lanjut, Mas Novi menyatakan bahwa program PTSL yang semulanya diprogramkan sebanyak 40.000 bidang tanah. Akan tetapi akibat pandemi Covid-19 kouta berkurang menjadi 26.000 bidang tanah.

Sementara itu, Kepala BPN Kabupaten Nganjuk  Edison Lumban Batu menyatakan, tahun 2020 ini di Desa Mlorah telah menyelesaikan pengurusan sertifikat tanah dengan PTSL, sebanyak 400 bidang.

“Program ini sesuai dengan arahan dari Gubernur Jatim yakni adanya pencanangan program Tri Juang. Program ini merupakan program yang melibatkan BPN, Pemerintah Provinsi, Kabupaten atau kota, serta perangkat desa. Dimana pada tahun 2024 nantinya seluruh bidang tanah yang ada di Jawa Timur akan terdaftar semuanya di BPN,” tambah Edison Lumban Batu.

Pada hari yang sama, Bupati Nganjuk bersama rombongan juga menyerahkan 300 sertifikat tanah yang didaftarkan melalui Program Sertifikasi Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap ( PTSL) kepada warga Desa Baron Kecamatan Baron, di Balai Desa Baron. (Diskominfo)