Bupati Novi Menyampaikan Lima Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) dalam Sidang Paripurna


 2020-08-10 |  Yesy Agustin

Bupati Nganjuk H. Novi Rahman Hidayat, S.Sos,MM menyampaikan 5 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) dalam sidang paripurna yang digelar oleh DPRD Nganjuk di ruang rapat Paripurna DPRD Kabupaten Nganjuk, Rabu (04/08/2020).

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk Tatit Heru Tjahjono, A.Md dan diikuti kepala OPD terkait serta 36 anggota DPRD Kabupaten Nganjuk.

Dalam rapat Paripurna, Bupati Novi menyampaikan 5 Raperda Kabupaten Nganjuk yang terdiri dari Perusahaan Umum Daerah Aneka Usaha Kabupaten Nganjuk, Perubahan Kedua atas Peraturan Daerah Kabupaten Nganjuk No. 2 Tahun 2014 tentang Penyertaan Modal Pemerintah Kabupaten Nganjuk pada Badan Usaha Milik Daerah Kabupaten Nganjuk, Pengarustamaan Gender, Perubahan atas Peraturan Daerah Kabupaten Nganjuk No. 8 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Nganjuk dan Rencana Pembangunan Industri Kabupaten Nganjuk Tahun 2019-2039.

“Untuk Raperda nomor 1 dan 2, bahwa pada perusahaan-perusahaan perlu ada perubahan seiring perkembangan jaman. Saya harap dengan perubahan manajemen atau permodalan, bisa membuat usaha di Nganjuk berkembang dan berjalan sehat,” ujar Mas Novi, sapaan akrab Bupati Nganjuk.

Lebih lanjut Mas Novi mengatakan untuk Raperda nomor 4, ada beberapa perangkat daerah yang memerlukan perombakan. “Misalnya seperti damkar yang diminta menjadi badan/dinas, lalu ada usulan dinas tenaga kerja dan transmigrasi kita pecah, monggo ini bisa dipertimbangkan, harapan kita ini bisa memaksimalkan kinerja pemerintah Kabupaten Nganjuk,” tambahnya.

Kemudian untuk Raperda yang terakhir, Bupati Novi berharap dengan adanya pembangunan Kawasan Industri Nganjuk (KING) 1, 2, 3, dengan luasan 1400 hektar mampu membawa dampak domino pada beberapa sektor, baik ekonomi maupun sektor lain.

Setelah membacakan Raperda, Bupati Nganjuk menyerahkan berkas Raperda kepada Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk Tatit Heru Tjahjono 

(foto: humaskabnganjuk)